PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OMZET MENINGKAT, PEDAGANG PARCEL SULIT CARI BAHAN BAKU

Home Berita Omzet Meningkat, Pedagang ...

OMZET MENINGKAT, PEDAGANG PARCEL SULIT CARI BAHAN BAKU
Lia Oktavia, pedagang parcel

EKSPOSKALTIM, Bontang - Jelang ramadhan ataupun lebaran, biasanya sebagian orang saling berkirim kue dan bingkisan (parcel, red) untuk keluarga, teman, tetangga, ataupun rekan kerja. Hal ini sudah menjadi tradisi, dan juga menjadi salah cara untuk mempererat tali persaudaraan atau hubungan emosional. Tak ayal, momentum seperti ini pun dijadikan peluang bagi sebagian orang, untuk meraup keuntungan dengan berjualan parcel.

Salah satu pengusaha parsel, Lia Oktavia, mengatakan selama bulan puasa ini, ia mampu menjual kurang lebih 300 buah parcel. Berjualan parcel, rutin ia lakukan pada momen bulan puasa, sejak tahun 2006 hingga sekarang.

“Berdasarkan tahun sebelumnya, dalam bulan puasa hingga akhir, saya mampu menjual 300 buah parcel. Saat awal puasa, biasanya pelanggan dari perusahaan yang ramai memesan. Sedangkan di pertengahan bulan puasa, barulah pemesanan secara per biji,” kata Lia, saat ditemui di ruko usahanya, Jalan R Suprapto, Bontang Baru, Selasa (21/06/2016).

Lia menambahkan, harga parsel yang ia jual sangat bervariasi, tergantung dari ukuran dan jenis parsel. Semakin besar parcelnya, semakin tinggi harganya, karena semakin beraneka ragam pula isi dari parsel tersebut. Ia menyediakan stock parsel yang langsung dapat dibeli, atau juga dapat melalui pemesanan dengan menyesuaikan budget yang diterimanya.

“Harga parsel sangat relatif, tetapi biasanya saya menyediakan  stok parsel yang dipajang di ruko dengan harga Rp 200 ribu yang paling rendah, hingga Rp 500 ribu paling mahal. Selain stok, saya juga menerima pesanan, pelanggan bebas menentukan apa isi parsel sesuai keinginan mereka, seperti contoh ingin diisi dengan mukenah juga bisa,” jelasnya.

Kata Lia, merakit parsel tidak begitu merepotkan, bahkan ia hanya bekerja sendiri. Dalam sehari, ia mampu membuat 3 hingga 7 buah parsel dengan jenis yang berbeda, sesuai pesanan pelanggan. Namun, saat menerima pesanan dengan skala banyak, baru lah ia membutuhkan bantuan dalam pengerjaannya.

“Biasanya saya membuat 3 hingga 7 buah parsel dalam sehari, dalam pengerjaannya tidak begitu lama, satu buah parsel diperkirakan menghabiskan waktu hingga satu setengah jam. Tetapi akan kualahan jika menerima pesanan dalam jumlah banyak, seperti pesanan dari perusahaan tertentu yang mampu memesan hingga 20 buah,” terangnya.

Menurutnya, usaha parsel tidak selalu berjalan lancar, untuk ukuran daerah seperti Kota Bontang, tidak mudah untuk mendapatkan bahan baku. Ia mengaku susah mencari bahan-bahan untuk mengisi parselnya, terlebih untuk bahan penghiasnya.

“Di daerah seperti ini, sangat minim bahan baku. Untuk melengkapi isi bahan dari parcel saja, saya harus keliling ke toko-toko atau swalayan untuk mencari bahan bakunya. Sedangkan bahan untuk menghias, seperti pita dan tali warna, saya harus memesan di luar pulau Kalimantan,” tutupnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :