EKSPOSKALTIM.com, Bone - Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi menyesalkan adanya hajatan atau pesta pernikahan yang menampilkan tarian erotis sebagai hiburan.
Terlebih, tontonan tak layak itu disaksikan oleh anak di bawah umur. “ Wah, itu tidak benar,” berang Fahsar.
Baca juga: Kutuk Keras Pelaku, Kapolres Bone Imbau Tidak Sebar Video Pembantaian di Selandia Baru
Fahsar meminta penyelenggara pesta pernikahan menyuguhkan hiburan seperti musik elektone, secara wajar dan pantas.
Ia juga menegaskan kepada pemerintah di tingkat kecamatan, lurah ataupun desa agar mengantisipasi hal ini.

Pesta pernikahan warga Bajoe yang suguhkan tarian erotis di depan anak - anak.
“Bagi yang mau melakukan hajatan dalam bentuk ada hiburan, elektone, band dan sebagainya, itu yang wajar dan pantas, dan ada batas waktu, jangan lewat dari jam 12 malam,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah ibu rumah tangga mengeluhkan pesta pernikahan yang digelar salah seorang warga di Jalan Bandeng, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Rabu (14/3) malam.
Berita Terkait: Warga Bone Keluhkan Pesta Pernikahan Suguhkan Goyang Erotis
Bagaimana tidak, biduan musik elektone pada pesta pernikahan tersebut mengenakan busana yang begitu minim, mengundang birahi para lelaki.
Bukan hanya itu, goyangan para biduannya begitu erotis. Mengenakan celana pendek, para biduan tersebut meliuk-liuk bagaikan ular di depan anak-anak.

