EKSPOSKALTIM.com, Bone - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim mengutuk keras aksi pembantaian di dua masjid kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (16/3) kemarin.
Menurut orang nomor satu di Polres Bone tersebut, pembunuhan brutal terhadap orang yang tengah beribadah merupakan perbuatan keji. “Saya mengutuk keras pembunuhan brutal itu,” tegas Kadarislam, via WhatsApp, Sabtu (16/3).
Baca juga: Warga Bone Keluhkan Pesta Pernikahan Suguhkan Goyang Erotis
Selain mengutuk aksi keji itu, Kadarislam juga mengimbau masyarakat Bone untuk tidak ikut membagikan video pembantaian tersebut, yang kini banyak berseliwerang di media sosial.
“Hal itu untuk menjaga perasaan keluarga korban, serta mencegah maksud dari pelaku sendiri untuk menyebarkan teror,” ujarnya.
Penembakan mengerikan di dua masjid di Christchurch itu dinilai sudah dirancang sejak awal untuk mendapatkan perhatian menggunakan media sosial, untuk memastikan sebanyak mungkin orang akan mendengar tentang kematian dan kebencian yang menopang mereka.
Berita Terkait: Sadis, Puluhan Jemaah Masjid Christchurch Tewas Dibantai
Sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam penembakan itu. Pelaku merekam seluruh tindakan sadis yang dia lakukan dan mengunggahnya secara live di sosial media.
Video berdurasi 17 menit yang menunjukkan penembakan itu diposting ke Facebook, YouTube, Twitter, dan Instagram.

