22 Mei 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bakal Bangun Pabrik Semen di Kutim, Investor Tiongkok Investasi Rp 29 Triliun


Bakal Bangun Pabrik Semen di Kutim, Investor Tiongkok Investasi Rp 29 Triliun
Gubernur Kaltim saat menggelar pertemuan dengan investor China, Samarinda, Jumat (15/3). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Investor asal Tingkok berencana membangun pabrik semen di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Gubernur Kaltim Isran Noor menerima kedatangan investor Tiongkok tersebut di di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/3/2019).

Gubernur Isran Noor menerima kedatangan pemerintah Provinsi Zhejiang, Cina yang membawa Manajemen Hongshi Holdings selaku calon investor, di ruang Tepian 1.

Baca juga: RPJMD Kaltim Ditarget Tuntas Akhir Maret, Tinggal Konsultasi ke Kemendagri

Di hadapan Pemprov Kaltim, Deputi Director General Hongshi Holdings, Xu Xing mempresentasikan rencana investasi pabrik semen di Kutim.

"Kami tertarik bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk bisa berinvestasi, khususnya pabrik semen yang bisa cepat kita buat supaya hubungan kedua Provinsi dan perusahaan bisa lebih baik," katanya.

Ia menjelaskan, Hongshi Holdings sangat serius berinvestasi di Kaltim. Apalagi Hongshi Holdings merupakan perusahaan transnasional besar di China dengan jumlah pegawai mencapai 13 ribu orang.

Ia menyebut, pihaknya siap berinvestasi sebesar 2,1 miliar USD atau sekitar Rp 29 triliun. Pihaknya juga berjanji akan mampu memproduksi semen 8 juta ton per tahun.

"Kami perusahaan transnasional di Cina, yang sejauh ini sudah berinvestasi di 5 negara, salah satunya Laos. Kami sebenarnya sudah ada perusahaan yang beroperasi di Indonesia bukan cuma di Kaltim. Tapi kami yakin perusahaan yang di Kaltim akan menjadi yang paling besar," ungkapnya.

Pertemuan ini masih sebatas audiensi antara Hongshi Holdings dan Pemprov Kaltim. Kendati demikian, Gubernur Isran menyambut baik pertemuan ini.

“Terima kasih atas penjelasan ini. Saya tegaskan, tenaga asing boleh masuk namun untuk tenaga teknis dan manajemen. Dan harus ada transfer teknologi ke daerah,” tegas Isran Noor.

Baca juga: Mabes TNI AD Periksa 616 Urine Prajurit dan PNS Jajaran Korem 091/ASN

"Ini langkah yang bagus, kami siap melayani saja misalnya dalam bentuk lahan. Tapi yang pasti tenaga kerja 80 persen harus lokal," tambah Isran.

Isran memperkirakan, dengan investasi ini bakal menampung sekitar 1.000 tenaga kerja. Namun ditegaskan Isran, agar tenaga kerja yang diserap harus dominan tenaga kerja lokal. Selain juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan alih teknologi ke daerah.

Pertemuan ini turut dihadiri Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Plt Sekda Prov Kaltim Meiliana, asisten II Setda Prov Kaltim Ichwansyah, serta sejumlah Kepala Dinas OPD Kaltim. Bupati Kutai Timur Ismunandar dan jajaran Pemkab Kutim pun turut hadir.

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0