22 September 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dialokasikan Rp 80 Miliar, Gubernur Bentuk Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas


Dialokasikan Rp 80 Miliar, Gubernur Bentuk Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas
Gubernur Kaltim Isran Noor. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor akan membentuk Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Badan tersebut nantinya akan mengelola program beasiswa yang menjadi salah satu janjinya dalam pemerintahannya tersebut.

Isran mengatakan, Pemprov Kaltim tetap memberikan bantuan biaya pendidikan bagi warga Benua Etam melalui program BKT. Kata dia, guna memudahkan tata kelola dan perekrutan penerima beasiswa termasuk penyaluran dananya, maka pihaknya segera membentuk Badan Pengelola BKT yang akan berkegiatan di Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltim.

Baca juga: Dewan Soroti Prostitusi yang Masih Marak di Kutim

"Saya segera bentuk lembaga yang khusus menangani dan mengelola Beasiswa Tuntas," kata Isran.

Disebutkannya, tahun ini dana yang dialokasikan untuk program unggulan daerah tersebut mencapai Rp 80 miliar. Dana BKT tersebut untuk beasiswa pendidikan di dalam maupun luar daerah, bahkan luar negeri.

Selanjutnya, kata dia, pada tahun anggaran 2020 diperkirakan anggaran program BKT akan naik menjadi Rp100 miliar dengan jumlah penerima yang bertambah pula.

Isran menegaskan, penerima beasiswa tersebut akan lebih diprioritaskan bagi putra-putri Kaltim. Terutama bidang pendidikan untuk kompetensi seperti guru dan dosen, serta bidang keilmuan khusus.

Beasiswa, lanjutnya, akan diberikan secara selektif dan tuntas dimana masing-masing penerima akan menerima biaya penuh selama pendidikan sesuai jenjang mereka.

Baca juga: PGRI Kaltim Kutuk Oknum Guru Agama di Kukar yang Cabuli Muridnya

“Misalnya, jenjang sarjana atau strata 1 (S1) antara empat hingga lima tahun sesuai bidang keilmuan dengan biaya Rp100 - Rp150 juta per orang. Selain itu, jenjang pasca sarjana/magister (S2) sekitar dua tahun, mencapai Rp500 juta per orang,” sebutnya.

Sedangkan, untuk pascasarjana/doktor (S3) masa pendidikan tiga tahun dengan biaya minimal Rp1 miliar. Sementara itu, ujar Isran, jumlah penerima diperkirakan kisaran 200 orang terdiri jenjang S1 sebanyak 100 orang, S2 capai 75 orang dan S3 sekitar 25 orang.

"Sedikit tapi pasti dan tuntas. Badan yang menangani beasiswa akan berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi di Kaltim," tegasnya. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0