16 Juli 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Meski Harga BBM Turun, Banyak Pengendara di Bone Kecewa


Meski Harga BBM Turun, Banyak Pengendara di Bone Kecewa
Pengendara melakukan pengisian pertalite di SPBU Kelurahan Cellu, Kabupaten Bone, Selasa (12/2). (EKSPOSKaltim/Abdullah)

EKSPOSKALTIM.com, Bone - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan sejak 10 Februari 2019 lalu. Namun hingga hari ini, masih banyak warga Bone yang belum mengetahui hal tersebut.

Sebut saja Nurdin, salah seorang pengendara yang ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Cellu, Selasa (12/2) sore tadi.

“Tidak tahu kalau harga BBM turun,” ujar Nurdin terkejut.

Baca juga: Hoaks Diprediksi Meningkat, Polres Bone Janji Tindak Tegas Pelaku

Senada dengan Nurdin, Rahman yang juga ditemui di SPBU tersebut mengaku belum mendapat informasi penurunan harga BBM ini.

“Sama, saya juga belum tahu soal itu,” ujar Rahman menimpali.

Kendati baru mengetahui informasi tersebut, namun kedua pengendara ini tetap saja tak sumringah selayaknya mendapat informasi membahagiakan.

Pasalnya, harga BBM yang mengalami penurunan tersebut bukanlah jenis BBM yang ia pergunakan selama ini.

“Buat apa ada penurunan pak, kalau bukan juga yang kita pakai. Rata-rata kendaraan kami (warga Bone) itu pakai bensin (premium) atau pertalite,” ujarnya kecewa.

Baca juga: Rayakan HPN, Kapolres Bone Jamu Makan Siang Wartawan

Untuk diketahui ada empat jenis BBM yang mengalami penurunan harga yakni Pertamax, Pertamax Turbu, Dexlite dan Pertamina Dex.

Adapun harga yang berlaku di Sulawesi Selatan antara lain, Pertamax turun Rp 350 menjadi Rp 10.050, Pertamax Turbo turun Rp 800 jadi Rp 11.400, Dexlite turun Rp 100 jadi Rp 10.400, dan Pertamina Dex turun Rp 50 jadi Rp 11.950.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid dalam keterangan tertulisnya menuturkan, kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika.

Reporter : Abdullah    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

100%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0