EKSPOSKALTIM, Bontang - Komunitas penggemar aliran Japs Style dan Brat Style Indonesia (JBI), Bumi Khatulistiwa Kota Bontang yang biasa disebut dengan “RETE”, merupakan komunitas motor yang lebih mengedepankan kesederhanaan dan fungsi spare part dalam memodifikasi kuda besi yang ditungganginya (motor, red)
Anggota komunitas JBI Bumi Khatulistiwa Dewi Wulanda mengatakan JBI Bumi Khatulistiwa kini beranggotakan 45 orang. Ciri khas pada aliran modifikasi ini, ada pada penggunaan tangki yang lebih kecil. Sepatbor depan dan belakang, dilepas atau dipotong lebih pendek.
“Aliran modifikasi yang berasal dari Jepang ini, mampu membuat tampilan motor simpel dan lebih ringkas,” kata Dewi kepada Eksposkaltim, saat ditemui dibengkel JBI Bumi Khatulistiwa, Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Jum’at (17/6/2016).
Dewi menambahkan, walau melakukan modifikasi, namun perangkat keamanan dan keselamatan pada motor tetap terpasang. Seperti halnya lampu sein, spion, dan stoplam yang tetap berfungsi dengan baik.
Komunitas ini terbentuk di tahun 2011 silam, dan berawal dari kesamaan anggota yang menyukai aliran Jap’s Style dan Brat Style. Kata Dewi, Meski kondisi motor yang dimiliki masih standar, namun jika gemar dengan aliran ini, para anggota JBI Bumi Khatulistiwa bisa sharing untuk menangani hal tersebut.
“Para penggemar Japs Style dan Brat Style sempat Vakum, kemudian kembali aktif pada tahun 2012. Semakin berkembang ditahun 2014 sampai sekarang, peminatnya semakin banyak,” paparnya.
Dewi menambahkan, motor yang dimodif dengan aliran ini pun macam-macam, diantaranya Motor Tiger,Tunder, Mega Pro, CB dan lainnya.
“Tujuan kami mendirikan komunitas JBI Bumi Khatulistiwa ini, untuk menjadi wadah bagi para pencinta motor custom, dan juga sebagai sarana silaturahmi,” tutupnya

