EKSPOSKALTIM, Bontang - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pedagang kulit ketupat mulai kebanjiran order. Masyarakat mulai berbondong-bondong berburu kulit ketupat, untuk keperluan lebaran.
Dari pantauan Eksposkaltim, para penjual kulit ketupat musiman mulai ramai memadati di sepanjang Jalan R Suparman, Tanjung Laut. Beberapa rentengan kulit ketupat, mulai menghiasi pemandangan di sepanjang jalan tersebut.
Pengrajin Kulit ketupat, Nur Hayati (40), mengatakan, selama 5 tahun ini ia membuat kulit ketupat. Baginya, momen seperti ini (jelang lebaran, red) merupakan waktu yang tepat untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.
"Hasilnya cukup lumayan, dalam sehari untuk ketupat yang terjual tidak menentu. Jika di rata-rata, dalam sehari mampu laku 800 biji ketupat. Jika diuangkan, menjadi Rp 400 ribu, karena satu bijinya saya jual Rp 500," kata Nur Hayati, saat dilapak jualannya, Jalan S Parman, Tanjung Laut, Sabtu (18/06/2016).
Diakuinya, penghasilan dari berjualan kulit ketupat ini, dapat dijadikan tumpuan hidup menjelang hari raya. Maklum, sang suami hanyalah pekerja kuli bangunan. Untuk keperluan sehari-hari, diakui tidak cukup jika harus mengandalkan penghasilan dari situ (suami, red) saja.
“Meskipun hanya satu tahun sekali, hasilnya juga cukup lumayan, bisa untuk beli roti, makanan dan kebutuhan untuk lebaran lainnya. Selain itu, bisa dipergunakan untuk membayar zakat fitrah," tutup warga RT 27, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

