23 Maret 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Masuk DPO, Polda Bali Minta Hartono Karjadi Taat Hukum


Masuk DPO, Polda Bali Minta Hartono Karjadi Taat Hukum
Dirkrimsus Polda Bali, Kombespol Juliar Kus Nugroho. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bali - Hartono Karjadi (HK) masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)dan kini dalam pengejaran pihak Kepolisian Polda Bali, setelah praperadilannya ditolak atas kasus penggelapan dan pencucian uang.

Pria 65 tahun asal Jakarta itu merupakan salah satu pemegang saham PT GWP yang kemudian menggadaikan sahamnya kepada Bank Sindikasi, selanjutnya mengalihkan saham itu kepada orang lain. HK dilaporkan oleh kuasa hukum Tomy Winata, yakni Desrizal.

Baca juga: Kapolres Bone: Polisi Harus Jaga Akhlak !

Pada 12 Februari 2018 lalu, Tomy Winata membeli piutang PT GWP tersebut dari Bank CCBI. Karena kasus tersebut, korban Tomy Winata mengalami kerugian mencapai 20 juta US Dollar.

Dirkrimsus Polda Bali, Kombespol Juliar Kus Nugroho, membeberkan kalau HK menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pemberian keterangan palsu atas Akta Otentik yang sedang ditangani Polda Bali.

"Saat ini sudah terbit DPO atas nama HK, dan secara hukum akan tetap kita cari HK untuk mempertanggungjawabkan secara hukum" tegas mantan Wadirkrimsus Polda Sulsel itu kepada awak media, Rabu (9/1/19).

Juliar juga mengungkapkan, selama proses penyidikan, pihak tersangka HK tidak kooperatif dan berusaha menghambat proses penyidikan untuk melepaskan diri dari jerat hukum. Diantaranya, dengan mengajukan dua kali praperadilan yang dimenangkan oleh pihak Polri, serta melaporkan penyidik ke Propam Polri.

HK bahkan tak segan memainkan opini-opini sepihak ke media dengan berita tidak benar, yang bertujuan menghindari  pertanggungjawaban secara hukum.

"Mereka menebar berita tidak benar bahwa Polisi Polda Bali melakukan penangkapan di Singapura, itu tidak benar. Tidak ada upaya penangkapan di Singapura, itu hanya bersifat koordinatif pengecekan kebenaran alasan berobat di Singapura karena sudah 2 kali mangkir dari panggilan penyidik Polda Bali," jelas Juliar.

Secara tegas, Juliar memberikan warning kepada HK agar patuh pada hukum dengan menghadiri panggilan pihak penyidik, bukan dengan melarikan diri serta menyampaikan informasi tidak benar agar bisa lolos dari jeratan hukum.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja juga sudah membantah kabar upaya penangkapan pengusaha Hartono Karjadi di Singapura, dan menegaskan kalau pihaknya hanya melakukan pengecekan mengenai alasan ketidakhadiran HK yang notabene sakit di Singapura.

"Tidak ada upaya penangkapan tersangka HK di Singapura, tapi hanya cek kebenaran apakah tersangka HK betul-betul sakit karena dipanggil penyidik tidak hadir dengan alasan sakit," kata Kombes Hengky, dilansir detikcom, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Mantan Wadanjen Kopassus Jabat Kasdam VI/Mlw

Selain mangkir dengan alasan sakit, HK juga menuding ada pihak ketiga yang membiayai pihak kepolisian agar melakukan penangkapan terhadap dirinya, namun hal tersebut langsung dibantah Hengky.

"Silakan dibuktikan, kalau tidak terbukti nanti kita tuntut balik secara hukum ke si pengacaranya. Jangan hanya berkoar-koar di media tapi laksanakan tugas pokok sebagai pengacara membawa tersangka balik ke Indonesia, seperti kata tersangka akan balik akhir tahun, tapi sampai sekarang tidak terbukti," tutur Hengky.

Hengky menduga bahwa pihak HK memang tidak ada niat baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai tersangka di depan hukum.

Video Terkini EKSPOS TV: Empat Pejabat Utama Polres Bone Bergeser

ekspos tv

Reporter : Abdullah    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0