EKSPOSKALTIM, Bontang - Telat makan dan perut kosong, adalah pantangan besar bagi penderita maag. Padahal saat berpuasa, umat muslim diwajibkan untuk tidak makan selama 14 jam. Lalu bagaimana menyikapi hal tersebut? Khususnya bagi penderita maag akut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT), Anney Baron, dengan lantang mengatakan penderita maag akut boleh berpuasa."Penderita maag akut boleh berpuasa, justru lebih baik," jelas Anney Baron, saat ditemui di RS PKT, Rabu (17/6/2016).
Kendati demikian, tidak semua penderita maag diperbolehkan berpuasa. Penderita maag yang dibolehkan berpuasa hanya bagi mereka yang mengalami dispepsia (sakit maag. Red).
“Sakit maag sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu maag fungsional dan dispepsia organik. Maag fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan berarti di dalam lambung,” urainya.
Sedangkan maag organik, kata dia, terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus dua belas jari, Gastroesophageal reflux disease (GERD polip atau kanker di kerongkongan), usus duabelas jari dan lambung.
"Sakit maag fungsional akan membaik jika berpuasa. Saat berpuasa , makannya jadi teratur. Bisa mengurangi makan camilan berlemak, rokok, minum kopi, dan minuman bersoda. Bisa melakukan pengendalian diri, seperti banyak berzikir. Itu akan membuat maagnya jadi sembuh. Sedangkan pada maag organik, untuk berpuasa memang perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter," jelasnya.
Jika pasien sakit maag organik sedang mengalami perdarahan lambung, gejala muntah darah, buang air besar hitam, muntah berulang, dan setiap makan muntah, dalam kondisi tersebut tidak diperbolehkan puasa.
"Bahkan sipenderita harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut. Pasien dengan kanker saluran cerna, juga tidak dianjurkan untuk berpuasa," tandasnya.
Terkait fungsi obat antasida, yang saat ini marak dipromosi secara luas di media cetak dan elektronik, Anney menegaskan jika itu bukan obat yang mencegah agar tidak terkena sakit maag.
“Obat antasida hanya untuk menghilangkan gejala saja, dan kerjanya hanya 6 hingga 8 jam. Sebenarnya penggunaannya (obat antasida,red) tidak bersifat umum, hanya untuk menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul," ungkapnya.
Bagaimana agar penderita maag tetap sehat dan bugar menyelesaikan puasa Ramadan? Anney memberi tips agar puasa lebih lancar dan bebas dari gangguan maag.
Bagi penderita maag agar tetap sehat dan bugar dalam menjalankan puasa, Anney menyarankan untuk melakukan sahur dan buka puasa dengan cara yang benar.
"Tetap melaksanakan sahur dan buka puasa, minum obat bagi yang berpenyakit kronis, dan lakukan ibadah salat tarawih. Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Banyak minum air putih, diwaktu buka puasa sampai sahur. Jumlah tidur yang cukup, dan tidak berlebihan," katanya.

