EKSPOSKALTIM.com, Sangatta - Kenakalan masa kini semakin menjadi. Bagaimana tidak, di sejumlah lokasi ditemukan bungkusan bekas obat batuk bermerek yang diduga menjadi minuman oplosan.
Penemuan tersebut, merupakan hasil peninjauan jajaran Polsek Sangkulirang dan Anggota Komisi D DPRD Kutim Herlang, yang menemukan tumpukan obat batuk sampai menjadi sampah, tepat di bawah Jembatan Sangkulirang, Kutim, Kamis (11/1/2018).
Herlang mengatakan, penemuan tersebut sebenarnya bukan hal baru di Kutim. Sebab, di Sangatta juga ada tempat yang menjadi lokasi khusus anak-anak meminum oplosan dari obat batuk itu, yaitu di Jalan Guru Besar, Sangatta Utara.
Bahkan, baru-baru ini rombongan Pemkab Kutim menemukan banyak sampah dari obat batuk tersebut berserakan di Polder Iham Maulana Sangatta, Sangatta Utara. Diduga kuat adanya tumpukan sampah obat batuk tersebut merupakan bekas minuman keras yang dioplos. Umumnya cara ini digunakan remaja SMP bahkan beberapa anak setingkat SD.
Herlang menyatakan, itu merupakan wujud kenakalan remaja zaman now yang sudah merebak di banyak daerah. Kutim saat ini termasuk daerah yang bisa dikatakan rawan narkoba. Sebab, minuman keras merupakan salah satu pintu menuju penyalahgunaan obat terlarang.
Dia menuturkan, masyarakat di Sangkulirang perlu meningkatkan keprihatinan terhadap anak remaja, dengan memberikan perhatian lebih. Sebab, salah satu pemicu anak melakukan kenakalan karena kurang mendapat rasa perhatian lebih dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya.
“Peran dunia pendidikan juga harus mengimbangi. Sebab, dari bangku sekolah, anak-anak belajar banyak hal, baik sesuatu yang positif maupun negatif. Dari lingkungan sekolah harus membuat agar anak memiliki kesadaran dalam diri untuk menghindari miras dan narkoba,” ungkap dia.
Herlang pun meminta, agar pemkab dan satpol PP bekerjasama dengan intansi vertikal semisal kepolisian untuk meningkatkan peran pengawasan di beberapa tempat.
“Selebihnya, adalah peran orang tua agar membuat anak bisa lebih percaya diri tanpa menggunakan narkoba dan miras,” tutup Herlang. (adv)

