EKSPOSKALTIM.com, Bone - Arif (8) salah seorang pengungsi bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone pada Kamis (4/9) siang tadi, hingga saat ini masih kritis.
Hal ini disampaikan dr. Andi Melda Sakkirang, Direktur RS Hapsah tempat dimana Arif dirawat bersama keluarganya yang juga menjadi korban insiden laka tunggal tersebut.
"Masih kritis. Dia kan ada luka di kepala. Jadi, sementara kita akan rujuk dia ke rumah sakit yang ada dokter spesialis bedah sarafnya," terang Andi Melda, saat ditemui di ICU RS Hapsah, malam tadi.
Baca juga: Innalillah! Gunung Soputan Sultra Kembali Meletetus, BMKG Tetapkan Status Siaga
Sebelumnya, kata dia, si pengemudi mobil yang ditumpangi Arif itu juga sempat kritis dan tak sadarkan diri. Namun kini kondisinya sudah mulai membaik. "Malah si sopirnya ini yang kita lihat paling parah. Tapi alhamdulillah dia sudah sadar," pungkasnya.
Di samping itu, lanjut Melda, dari kesebelas korban laka tunggal yang dirawat di rumah sakit ini, satu di antaranya merupakan ibu hamil yang usia kehamilannya mencapai 7 bulan.
"Ibu hamil ini sudah di ruang perawatan. Tadi lukanya ada dibokong, karena katanya kena pecahan kaca, terus ada dikepala juga. Tapi sudah ditangani. Sekarang sudah stabil. Bayinya juga baik-baik saja," bebernya.
Melda menegaskan, pihaknya senantiasa berupaya memberikan pelayanan dan penanganan terbaik terhadap para korban. "Ada beberapa pasien yang sudah kami operasi, sekitar 4 atau 5 orang," tukasnya.
Berita Terkait: Astaga, Avanza Pengangkut Pengungsi Bencana Sulteng Kecelakaan di Bone
Di sisi lain, soal tanggungan biaya perawatan para korban ini, Melda pun menegaskan bahwa pihaknya tidak memprioritaskan hal tersebut. Yang terpenting, kata dia, adalah memberikan pertolongan terlebih dahulu.
Kendati demikian, sambung Melda, pihaknya juga telah mengkomunikasikan hal ini ke Pemerintah Kabupaten Bone. "Sudah saya laporkan ke Pemkab. Sementara masih kita yang nanganin, tapi mungkin nanti ada bantuan (Pemkab Bone)," imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun, kesebelas korban laka tunggal ini masih satu keluarga. Mereka orang Bone yang merantau ke Palu, Sulawesi Tengah.
Pasca selamat dari bencana yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah, mereka pun memutuskan kembali ke kampung halaman di Desa Pattiro Bajo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.
"Mereka ini pulang ke Bone setelah dijemput oleh keluarga di sini (Bone)," ungkap Kiki, salah seorang keluarga korban yang ditemui di RS Hapsah.
Namun nahasnya, mereka mengalami kecelakaan lalu lintas saat tiba di Kabupaten Bone. Mobil avanza yang ditumpangi menghantam pohon mangga karena diduga sopir ketiduran.
Video Pembukaan Erau Pelas Benua di Bontang 2018 Berlangsung Meriah
ekspos tv

