EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang dalam upaya mewujudkan pegawai yang suka berbagi ilmu, terampil dalam bekerja dan peduli serta amanah maka meluncurkan program “Ketok Tular”.
Program ini merupakan tugas Kasubag Umum dan Kepegawaian DKP3 Bontang, Syarifuddin, yakni menyusun dan merealisasikan proyek perubahan yang sementara berlangsung pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XVIII Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara di Samarinda.
Baca: Diduga Banyak Ritel Ilegal, Dewan Akan Panggil Walikota Samarinda
Program Ketok Tular ini sejak penyusunan rancangan proyek perubahan hingga saat ini masih pada Pentahapan (Milestones) jangka pendek, dimana dalam tahapan Milestones ini terdiri dari 4 (empat) tahapan yakni pertama persiapan dengan mengumpulkan bahan dan menyusun draf, kedua membentuk tim efektif, ketiga sosialisasi kegiatan baik internal dan eksternal, dan keempat pelaksanaan pelatihan ketok tular tahap I.
Dalam pelaksanaan pelatihan ketok tular tahap I lebih ditekankan pada bagaimana tim efektif yang dibentuk bisa mengoperasionalkan dan merawat segala peralatan kantor seperti computer, printer dan kendaraan baik kendaraan darat maupun kendaraan laut yang Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Kota Bontang miliki.
Olehnya, dilaksanakan pelatihan di dalam kantor dengan cara saling mengajari antar sesama pegawai dan pelatihan di penyedia layanan service computer dan printer dengan mengikutkan beberapa pegawai dengan system magang. Hal ini dilaksanakan dalam upaya meminimalkan biaya pemeliharaan peralatan kantor serta lebih memberdayakan kemampuan SDM sendiri tanpa ketergantungan dengan penyedia jasa service.
"Untuk lebih memahami teknis penggunaan dan pemeliharan peralatan kantor, maka tim efektif yang di bentuk juga melaksanakan studi banding di perusahaan PT Badak NGL dan PT PKT," pungkas Kasubag Umum dan Kepegawaian DKP3 Bontang, Syarifuddin, melalui keterangan tertulisnya yang diterima EKSPOSKaltim.com, Selasa (17/7) siang.
Selain itu dalam pentahapan (Milestones) jangka pendek Ketok Tular, diharapkan dapat menumbuhkan semangat pegawai untuk berbagi pengetahuan, juga diharapakan tumbuhnya rasa memiliki perlengkapan kantor dengan turut memelihara dan tentunya menjaga dengan baik, karena hal ini sangat penting menginggat Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Kota Bontang merupakan miniature dari pelayanan pemerintah Kota Bontang yang menyentuh langsung pada 4 (empat) bidang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yakni bidang Ketahanan Pangan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan.
Luasnya cakupan tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian ini, maka perlu seluruh pegawai lebih memahami 4 (empat) bidang tersebut dan tidak terbatas hanya pada bidangnya saja. Untuk itulah, maka perlu adanya pentahapan (Milestones) jangka menengah dimana didalamnya perlu adanya pengajuan anggaran untuk program Ketok Tular DKP3 pada tahun 2019, guna meningkatkan SDM pegawai dan melaksanakan pelatiahan Ketok Kular Tahap II.
Pada pelatihan Ketok Tular tahap II memang harus lebih ekstra dengan menggugah seluruh pengawai yang ada untuk mau belajar meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya, juga harus mengajak pegawai untuk mau mengamalkan ilmu keterampilan yang dimiliki untuk dibagikan pada pegawai lain.
Baca: Dewan Kaltim Fasilitasi Tuntutan Sopir Bandara
Untuk itu akan disiapkan sarana dan waktu dengan mengajak seluruh pegawai untuk ikut dalam program Ketok Tular, yakni 2 (dua) jam dalam “time study” tiap bulan secara bergantian dan atau mendatangkan pemateri dari luar.
"Sudah barang tentu jika pentahapan (Milestones) jangka menengah terwujud dengan baik dan berkesinambungan, maka pentahapan (Milestones) jangka panjang akan mudah dan lancar," imbuhnya.
Dengan begitu, kata dia, tujuan akhir dari program Ketok Tular dapat tercapai dengan baik, yakni terwujudnya kelancaran dalam melaksanakan tugas karena didukung adanya sarana prasarana yang baik dan kemampuan mengoperasikan dari pelatihan melalui inovasi Ketok Tular, hingga menjadi pilot projec bagi instansi lain.
"Serta terwujudnya kewajiban bagi seluruh aparatur sipil negara untuk mengikuti pelatihan minimal selama 20 (dua puluh) jam pertahun tercapai di lingkungan DKP3 Kota Bontang," tutupnya. (adv)
Video: Aliansi Organisasi di Bontang Bentuk Forum Tolak Tenaga Kerja Asing
ekspos tv

