EKSPOSKALTIM, Bontang - Mubaliq merupakan mitra sekaligus ujung tombak Pemerintah Kota Bontang khususnya dalam menyampaikan siar agama Islam, guna membentuk moral dan akhlak masyarakat Kota Taman. Tidak hanya itu, mubaliqh memiliki peran penting dalam mewujudkan Bontang sebagai Smart City, Smart tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan saja akan tetapi smart dalam bidang spritual yang merupakan salah satu misi Pemerintah Kota Bontang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Bontang Basri Rase saat menghadiri sekaligus melantik H M Amin Nur Sebagai Ketua dan seluruh jajaran Pengurus Badan Koordinasi Dakwan Indonesia Kota Bontang (BKDIB) priode 2016-2021 di Auditorium Pemkot Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kamis (2/6/2016) malam.
Wawali Basri Rase lebih lanjut meminta sinergi antara Pemerintah dan BKDIB yang selama ini telah terjalin dengan baik harus terus dipupuk dan dipelihara, mengingat kedepannya Pemerintah Kota Bontang dan BKDIB masih memiliki tugas berat khususnya dalam mengatasi ancaman dan ronrongan yang senantiasa akan mengancam rusaknya moral masyarakat Kota Taman diantaranya aliran sesat, Pelecehan seksual, serta Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LBGT).
“Pertama-tama atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BKDIB yang baru saja dilantik. Besar harapan kami kepada BKDIB untuk mengoptimalkan dan mengimplementasikan seluruh program kerjanya untuk kemajuan ummat serta mampu manjadi fasilisator antara lembaga dawah lainnya yang ada di Kota Taman sehingga dawah di Kota Taman bisa berjalan dengan baik, tepat sasaran serta bermanfaat untuk kemaslahatan ummat.” ungkapnya
Tidak hanya itu Wawali Basri Rase juga mengingatkan kepada seluruh Mubaliqh yang tergabung dalam BKDIB ini agar dalam menyampaikan ceramah tetap memperhatikan bahasa dan dialeg yang digunakan, jangan sampai menyinggung perasaan para jamaah yang mendengarkan ceramanhnya mengingat Kota Bontang adalah Kota yang heterogen yang masyarakatnya terdiri dari latar belakang suku, bahas yang berbeda-beda.
“Dan yang tak kalah pentingya adalah janganlah menyampaikan ceramah yang keras dan terkesan memaksakan atau biasa disebut sebagai paham radikal. Ini saya mohon maaf kepada seluruh orang tua ku yang hadir disini, saya tidak mengajari akan tetapi hal yang saya sampaikan itu memang kerap terjadi di Kota Bontang. Dan saya pun sering mendengarkan langsung ceramah seperti itu yang menurut saya tidak akan efektif bahkan akan membuat orang yang mendengarnya akan jenuh, sekali lagi mohon kiranya bisa menyampaikan ceramah yang lebih moderen sehingga apa yang menjadi tujuan ceramahnya bisa benar-benar tertanam dalam hati masyarakat Kota Bontang,” jelasnya
Sementara itu Ketua BKDIB H M Amin Nur mewakili seluruh anggota BKDIB berjanji akan melaksnakan tugas sebagai mubaliqh dengan sebaik-baiknya dalam membantu Pemerintah Kota Bontang, khususnya dalam meningkatkan pengalaman ajaran agama Islam oleh masyarakat Kota Taman sesuai dengan tuntutan Al Quran dan Hadits, serta siap menjujung tinggi kehormatan bangsa dan negara.
“Secara khusus mewakili seluruh jajaran pengurus BKDIB menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bontang yang telah banyak membantu BKDIB dalam menjalankan dawahnya. Akan tetapi, kami juga berharap bantuan dan bimbingan pemerintah tidak hanya sampai disitu saja, akan tetapi terus menerus dengan harapan BKDIB dan pemerintah bisa memelihara dan membentuk akhlak dan moral anak-anak bangsa yang lebih baik lagi.” Tegasnya

