EKSPOSKALTIM.COM - Serangkaian pukulan-pukulan straight Floyd Mayweather Jr menganvaskan Connor McGregor di ronde 10. Jagoan tarung bebas UFC asal Irlandia itu kalah TKO dari petinju veteran tersebut.
Dual tinju akbar tersebut digelar T Mobile Arena, Minggu (27/8) malam waktu setempat. McGregor tak lagi jemawa dengan banyak kata-kata ia lontarkan setelah kalah dari Mayweather.
Sebaliknya, petarung 29 tahun itu mengakui sejumlah kesalahan sehingga harus takluk dari Mayweather.
"Saya pikir itu sedikit lagi (ke ronde 12). Saya sedikit ceroboh ketika mulai kelelahan," terang McGregor, dikutip dari Guardian.
"(Floyd) sedikit lebih tenang dan tertata. Saya harus memberikan (apresiasi) kepadanya."
Conor McGregor mengakui ceroboh lawan Floyd Mayweather Jr. pada ronde ke-10. Ini merupakan ajang tinju pertama bagi petarung seni bela diri campuran tersebut di atas ring. Hasilnya pun tak cukup bagus.
Ia kalah dan tak mampu menepati sesumbarnya bisa menjatuhkan Mayweather. Usai dikalahkan, McGregor belum memikirkan tetap meneruskan pertandingan tinju atau tidak.
"Saya tidak tahu apakah saya akan kembali bertinju lagi," terang Mcgregor.
Sebelumnya, pujian juga dilontarkan Mayweather usai mendaratkan pukulan-pukulan ke wajahnya.
Panas di Awal
Hasil tinju dunia antara Floyd Mayweather Jr. vs Conor McGregor berakhir sesuai dengan prediksi banyak pihak.
Mayweather menang TKO di ronde 10 atas McGregor. Dengan demikian, Mayweather mempertajam rekor sempurnanya menjadi 50-0, memecahkan rekor yang dahulu dipegang bersama legenda Rocky Marciano.
Tidak ada kejutan besar dalam duel memperebutkan ‘The Money Belt‘. Pengalaman dua dekade Floyd Mayweather masih terlalu dahsyat untuk dihadapi Conor McGregor yang menjalani debut di dunia tinju.
Mayweather membungkam sesumbar besar sang petarung UFC asal Irlandia yang sempat yakin merobohkannya dalam dua atau empat ronde.
Kenyataannya, Conor McGregor yang tampil emosional memang sempat tampil lebih prima. Di tiga ronde awal, McGregor mendapatkan poin yang lebih banyak dari pria yang ditantangnya.
Agresivitas McGregor bahkan sempat terlihat mencolok, ketika di akhir ronde pertama ia menyilangkan tangan di belakang, seperti mempersilakan Mayweather memukul.
Cuma, kekuatan Conor McGregor akhirnya terkuras juga. Dan sejak awal Floyd Mayweather Jr. mengintip celah ini. Sebagai petinju yang bertipe bertahan, ia menyerap semua pukulan McGregor yang tak cukup ampuh menggoyahkan, lantas mulai bangkit sejak ronde keempat.
Perlahan tapi pasti, Mayweather melangkah lebih maju, menyerbu lebih mematikan, dan mendesak McGregor. Terbiasa bertarung di UFC yang memakan waktu lebih sebentar, fisik McGregor mulai runtuh di ronde kedelapan.
Kelelahannya semakin terlihat jelas dari cara bergerak di ring. Pukulan Mayweather semakin banyak masuk.
Ronde berikutnya, McGregor untuk kesekian kali mendapatkan peringatan dari wasit terkait serangannya yang ilegal, mengenai bagian belakang kepala lawan. Dan puncaknya, di ronde kesepuluh, Mayweather membungkus pertandingan.
Wasit Robert Byrd menyatakan pertandingan berakhir setelah McGregor tidak bisa menghindari pukulan-pukulan straight Mayweather; terdesak ke tali.
Kemenangan pun tidak terelakkkan lagi untuk Floyd Mayweather Jr. Ini adalah kemenangan ke-50 sepanjang kariernya. Sekaligus menjadi pembuktian, di usia 40 tahun, The Money masih menjadi yang terbaik.

