EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Pihak kepolisian dari Polres Balikpapan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Batu Ampar pada Jumat (30/6) sekira pukul setengah empat sore. Suasana terminal yang tampak lengang tak menyurutkan polisi untuk tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap arus balik mudik lebaran.
Hasilnya, jajaran petugas berseragam cokelat tersebut menemukan sebanyak 10 kamera pengawas atau CCTV milik terminal bertipe A itu tak berfungsi. CCTV diketahui tidak berfungsi karena tersambar petir.
Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta mengutarakan, jika keberadaan CCTV sangat penting bagi pihaknya untuk melakukan pengamanan dan pemantauan. "Ini kan tempat pelayanan, apalagi pada event seperti ini, tentu keberadaan CCTV jadi salah satu strategi untuk dengan mudah melakukan pemantauan," jelasnya.
Alhasil karena CCTV tak berfungsi, sampai saat ini Terminal Batu Ampar sendiri belum terkoneksi dengan layanan Comment Center milik Polres Balikpapan. “Kami masih menunggu perbaikannya. Jika sudah disambungkan dengan operator kami kalau ada apa-apa kami bisa segera tindaklanjuti," ujar Jeffri.
Keberadaan CCTV di Terminal Batu Ampar, kata Jeffri, juga penting untuk menekan aksi kriminalitas, salah satunya perjudian.
Sementara dari pantauan media ini pada H3 lebaran, arus balik mudik belum tampak terjadi di sana. Pasca lebaran lalu, sudah sebanyak 1.734 penumpang hilir mudik melalui terminal tersebut.
Dari sebanyak 1.648 penumpang yang berangkat ke luar Balikpapan, 1.263 penumpang di antaranya memilih Samarinda sebagai kota tujuan, 77 untuk tujuan Bontang, 48 ke Sepaku, dan 260 ke Banjarmasin.
Meski keadaan cukup lengang, namun paling tidak bus cukup terisi. Dalam sidak tersebut Jeffri juga mendatangi sejumlah penumpang, baik yang menaiki bus maupun yang masih menunggu bus mereka.
Menurut Jeffri, kondisi sepinya Terminal Batu Ampar adalah normal. Sementara perkiraan kepadatan meningkat baru akan terjadi pada Sabtu dan Minggu pada pekan ini.

