EKSPOSKALTIM, Bontang - Adanya kejanggalan pada penyerahan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) anggaran kegiatan 2016, M. Nur selaku Bendahara Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bontang angkat bicara.
Sejak Oktober 2016 lalu ia mengaku mendapat amanat dari Basaruddin selaku Ketua PSTI Bontang yang tak lagi berdinas di Bontang.
“Kenapa saya tidak beritahukan ketua PSTI, memang saya akui karena saya sudah diamanatkan dan saya tanda tangan berdua dengan wakil ketua pada Oktober lalu,” terangnya, Jumat (26/5) siang.
Sementara saat ditemui di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang di Jalan Hayam Wuruk, Kampung Baru, Berbas Tengah, Bontang Selatan, M. Nur mengatakan apa yang disampaikan sebelumnya oleh Basaruddin hanya sebatas kesalahan komunikasi saja.
Nur juga memaparkan, sisa anggaran 2016 yang sudah ada sedianya akan digunakan pada event turnamen yang akan digelar bulan Juli 2017 mendatang. “Ini hanya miss komunikasi saja, kami sudah menerima anggarannya dan kami sudah gunakan untuk membeli kostum, net dan bola buat atlet.
Sebagian sudah kami bagikan. Jadi bagi klub yang belum mendapatkan bisa menghubungi saya,” jelas dia kepada Ekspos Kaltim. “Sisa anggaran dari pembelian keperluan atlet akan kami gunakan di acara turnamen yang akan PSTI selenggarakan sebulan setelah lebaran nanti,” tambahnya.
Selain itu, soal Gala Desa yang akan digelar tanpa melibatkan Ketua PSTI, ia mengaku tidak tahu-menahu. Penunjukan dirinya sebagai koordinator Cabor Sepak Takraw di Gala Desa merupakan hasil penunjukan langsung Panitia Penyelenggara Gala Desa dalam hal ini Kemenpora.
“Saya juga tidak tahu alasannya kenapa saya ditunjuk sebagai koordinator. Pada waktu itu saya hanya dipanggil dan diminta untuk membuat proposal,” terangnya.
Terpisah, Bendahara KONI Bontang, Kusnadi mengatakan sudah mendengar adanya salah paham di tubuh PSTI Bontang ini. Senada, kata Kusnadi ini hanya kesalahan komunikasi saja.
Kata dia, M Nur sebagai sosok yang diamanatkan untuk mengurus PSTI Bontang sudah mengambil prosedur yang sesuai dengan ketentuan.
“Jadi kami harap ini bisa diselesaikan secara internal. Sembari menunggu pencarian anggaran pembinaan ke cabor sepak takraw yang tengah dalam proses,” katanya.
Sebelumnya, Ketua PSTI Bontang Basaruddin buka suara terkait adanya kegelisahan para atlet yang mengatakan jika pencairan dana anggaran 2016 dari KONI tidak diikuti dengan pemenuhan perlengkapan latihan.
“Sejak saya pindah tugas ke Polsek Muara Badak. Kepengurusan yang saat itu sedang menunggu pencairan dana dari KONI, saya percayakan kepada bendahara,” terang pria yang juga menjabat Kasi Humas Polsek Muara Badak itu.
Selain itu beredar kabar bahwa laporan pertanggung jawaban kegiatan PSTI di tahun 2016 sudah diterima KONI. Sementara menurut Basaruddin, tahun lalu PSTI sama sekali tidak menggelar kegiatan.
“Informasinya juga ada tanda terima pencairan dana anggaran 2016 sebesar Rp 50 juta. Padahal saya sama sekali tidak pernah menandatangani kegiatan atau apapun di tahun 2016 lalu. Laporan kegiatan pun tidak ada karena memang tidak ada kegiatan,” terangnya.
Edi Sam, sekretaris PSTI Bontang saat ditemui beberapa waktu lalu juga tidak tahu-menahu perihal anggaran. Bahkan, ia mengatakan tak pernah mengetahui adanya laporan yang sudah diserahkan ke pihak KONI Bontang sebagai bukti hasil kegiatan yang sudah berlangsung.
“Saya tidak pernah mengetahui kalau sudah ada LPJ 2016 diserahkan ke KONI dengan anggaran 50 juta itu. Karena setahu saya selama ini tidak ada kegiatan dan saya pun tidak pernah menandatangani berkas apapun baik itu kegiatan dan laporan kegiatan,” pungkasnya.

