EKSPOSKALTIM, Samarinda-Bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mengikuti penjaringan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambut Pilkada 2018 wajib mengikuti dialog publik.
Ketentuan ini adalah syarat mutlak bagi semua bakal calon sebagai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan partai berlambang Kakbah tersebut.
Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yaqub menilai, dialog publik yang melibatkan seluruh partai politik serta organisasi kemasyarakatan memberi ruang kepada kandidat calon untuk memaparkan gagasan membangun Kaltim.
Di satu sisi, menggali potensi calon pemimpin sejak dini merupakan hal terpenting yang harus dilakukan. "Tujuannya adalah sejak awal masyarakat punya penilaian terhadap calon pemimpin," tuturnya.
Sebagai ketua partai, ia berpandangan bahwa parpol harus lebih selektif menentukan calon pemimpin. Apa lagi menurut dia, Kaltim saat ini butuh pemimpin yang visioner.
Selain itu, ia juga berpesan kepada semua bacagub dan bacawagub yang sudah mendaftar ke PPP tidak terbebani dengan mekanisme ini.
“Kami juga berusaha memangkas mekanisme partai, sehingga tidak lagi berbelit-belit seperti dulu, ini untuk memudahkan para bakal calon kandidat yang diseleksi oleh PPP. Apalagi 90 persen keputusan ditentukan di daerah, sisanya kita serahkan ke pusat," ungkapnya.

