EKSPOSKALTIM, Mahulu- Salah seorang peserta lelang jabatan kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Masyarakat Mahulu, Irmina Buaq Lung mengeluhkan mepetnya waktu persiapan penyusunan makalah yang diberikan oleh tim khusus.
Untuk menyusun sebuah makalah yang lengkap, menurut Irmina, idealnya harus dibarengi dengan konsultasi ataupun studi banding ke OPD di kabupaten di luar Mahulu. Tentu memakan waktu yang tidak sedikit.
"Seminggu waktu yang diberikan untuk menyusun makalah, sebenarnya sih kurang cukup," jelas Irmina.
Dalam proses lelang jabatan perdana di Kabupaten Mahulu, perempuan yang menjabat sekretaris Dinas Perhubungan Mahulu ini mengajukan judul makalah "Peran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Mahulu".
Kata dia, waktu yang tersedia banyak terkuras untuk mondar-mandir ke kantor Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Mahulu hanya untuk sekedar menumpang wireless atau nirkabel (jaringan internet tanpa kabel) .
Ya, perlu diketahui saat ini akses internet di Mahakam Ulu cukup terbatas. Jika ingin mengakses internet yang paling memungkinkan yakni dengan menumpang jaringan wifi di instansi seperti BP2D, Disdukcapil, ataupun Dinas Kesehatan yang letaknya saling berjauhan.
Karena digunakan secara massal oleh warga setempat, kata Irmina, tak jarang internet yang digunakan juga menjadi sangat lelet.
"Saya harus punya referensi untuk makalah dan saya mengutip dari internet," ujar wanita yang belum pernah menduduki struktural jabatan di Dinas Sosial selama karirnya itu.
Mengikuti lelang jabatan di OPD memang menjadi tantangan guna pengalaman baru bagi Irmina. Di kantor Dishub sendiri diketahui belum tersedia jaringan wifi, terhitung sejak berpindah tempat dari kantor di Jalan Apo Medo RT 11 ke Jalan Gunung Belareq Kampung Ujoh Bilang. "Biasa malam-malam sepulang kerja saya cari referensi numpang Wifi di kantor Bappeda," jelas dia.
Meski begitu ia mengaku antusias mengikuti proses seleksi bersama 3 peserta lain yang turut mendaftar posisi kadis, salah satunya merupakan Camat Long Hubung, Rosalina.
"Kesulitan makalah itu karena isinya gak boleh ngarut harus ada referensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, minimal memang harus berkonsultasi ke kabupaten lain."
Makalah yang ia ajukan berisi sebanyak 36 lembar yang kemudian disusutkan menjadi 11 lembar dengan presentasi sebanyak 5 slide. Pasalnya, waktu yang diberikan untuk presentasi makalah dan sesi wawancara sendiri hanya 20 menit saja.
Dalam proses wawancara ia harus berhadapan dengan tim penguji yang terdiri dari terdiri dari perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat, dan diketuai oleh sekretaris Kabupaten Mahulu Yohanes Avun.
"Pertanyaan ada yang terkait dengan judul makalah ada juga yang mengenai pengetahuan umum," jelas Irmina.
Diwartakan sebelumnya, proses lelang jabatan perdana secara terbuka ini bukan tanpa kendala. Adapun pendaftar sebelum berhak menduduki jabatan kadis, harus mengikuti seleksi administrasi, penulisan makalah, uji kompetensi, dan presentasi makalah, serta wawancara.
Nah, pada pekan pertama saat proses seleksi administrasi dibuka, beberapa OPD minim pendaftar. Dari informasi yang ada, sebut saja, Dinas PU dan BPKP masing-masing hanya terdapat satu orang pendaftar saja.


