PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tingkatkan Mutu Perkebunan Melalui Perda Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

Home Berita Tingkatkan Mutu Perkebuna ...

Tingkatkan Mutu Perkebunan Melalui Perda Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur Edy Kurniawan saat ditemui usai rapat, Selasa (21/3). (Ekspos Kaltim/Ismail).

EKSPOSKALTIM, Samarinda- DPRD Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan rapat dengar pendapat Perda Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan di Gedung D lantai 6 DPRD Kaltim, Selasa (21/3).

Rapat dihadiri Ketua Komisi II Edy Kurniawan serta beberapa perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kaltim.

Dikatakan Edy, Kaltim yang dulunya dikenal sebagai produsen kayu terbesar, kemudian minyak, gas dan batu bara kini sudah mulai meredup. Setelah itu beremunculan komoditas yang saat ini paling digandrungi masyarakat adalah. Yaitu, kelapa sawit yang saat ini menjadi fenomena yang paling banyak ditanam.

“Kita tidak berbicara kelapa sawitnya, melainkan perkebunan utuh, baik itu sawit, kakau dan sebagainya. Kita tidak mau perkebunan ini sporadis, seperti halnya kehutanan atau pertambangan. Maka dari itu kita mesti mencari regulasi yang tepat untuk mencari cara menanggulangi petani kelapa sawit yang notabene tanaman ini yang paling banyak menyerap air di dalam tanah,” kata Edy.

Terkait perda perkebunan berkelanjutan, Edy menuturkan bahwa setelah masa tanam sampai berbuah, maka selesai dan akan diganti dengan tanaman lain yang dapat tumbuh di lahan tersebut.  Sehingga unsur air yang ada di dalam tanah tidak akan rusak.

“Kita buat perda perkebunan dengan maksud agar Kaltim tidak sporadis sehingga akan memberikan nilai ekonomis atau nilai tambah terhadap Kaltim itu sendiri,” terangnya.

Menurutnya, selama ini yang menjadi keluh kesah insan perkebunan adalah apa yang mereka tanam tidak sepadan dengan hasil yang didapatkan selama menanam.

“Di sini kita tidak mau sembarangan dalam hal menyikapi permasalahan. Hal yang paling penting adalah bagaimana lahan yang sudah ditanami sawit dapat dipergunakan, sehingga unsur air dan hara di dalam tanah tidak rusak setelah sawit di tanam,” tuturnya.

“Seperti perkebunan, kedepan kita tahu bagaimana cara mengaturnya maka otomatis akan menghasilkan apa yang kita harapkan,” tukasnya. (adv)


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :