EKSPOSKALTIM, Bontang - Target Polres Bontang untuk memberantas praktik prostitusi terselubung sekaligus menggenapi hasil tangkapan sebelumnya berhasil tercapai.
Menggandeng Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang, polisi kembali menjaring tiga perempuan penjaja seks atau Pekerja Seks Komersial (PSK), Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 18.00 di salah satu hotel di bilangan Berbas Tengah, Bontang Selatan.
Saat diamankan, ketiga PSK, yakni MA (19), LT (21), dan PI (19) tengah bersantai di café hotel tersebut. Kini ketiganya dipastikan menyusul kedua rekannya yang lebih dulu diringkus, kemarin malam, yakni YI (18) dan DU (17)---sebelumnya diberitakan RU.
Para Wanita Tuna Susila (WTS) tersebut sampai sekarang masih diamankan pihak kepolisian. Dari pantauan EKSPOSKaltim ketiganya langsung digiring ke ruang Satreskrim Polres Bontang.
Pemeriksaan ketiganya dilakukan secara tertutup. Hanya saja, berdasarkan penelusuran yang ada, kelima PSK tersebut sengaja didatangkan secara bersamaan dari daerah asal mereka, yakni Bandung, Jawa Barat.
Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn didampingi Kasubag Humas, Iptu Suyono membenarkan jika penangkapan ketiganya merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya.
Namun, Kapolres masih belum membeberkan lebih jauh hasil pemeriksaan ketiganya. Pun demikian dengan siapa penjaja atau mucikari para PSK tersebut. “Masih kami lakukan pendalaman,” jelas Kapolres.
Disisi lain, mengenai tangkapan ini pekerja sosial LK3 Bontang, Suratmi mengatakan jika pihaknya telah bekoordinasi dengan pihak Dinsos Jawa Barat terkait pemulangan kelima wanita tersebut.
“Kami akan upayakan pemulangan mereka setelah kasus ini ditangani kepolisian,” bebernya. Mengenai agenda pemulangan, rencananya mereka akan dipulangkan melalui transportasi laut, Bontang-Surabaya.

