PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

PATUT DITIRU: DEMI MENGURANGI PENGGUNAAN PLASTIK , KOPKAR PKT TERAPKAN KEBIJAKAN TAS BERBAYAR

Home Berita Patut Ditiru: Demi Mengur ...

PATUT DITIRU: DEMI MENGURANGI PENGGUNAAN PLASTIK , KOPKAR PKT TERAPKAN KEBIJAKAN TAS BERBAYAR
Salah satu pengunjung yang menggunakan tas berbayar. (Foto Endar)

EKSPOSKALTIM, Bontang- Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua dunia penyumbang sampah plastik ke laut, yang mencapai 187,2 juta ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton, berdasarkan data Jambeck (2015). Sementara itu perhitungan dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton.

Sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Data dan perhitungan tersebut, tentu sangat memprihatinkan dan tak dapat dibayangkan ada berapa pulau yang tertutupi sampah jika sampah-sampah plastik tersebut ditumpahkan di daratan Indonesia.

Karena alasan itulah, Manager Koperasi Karyawan PKT, Junaid Gurdan yang di temui di kantornya, di Jalan. M. Effendi No. 01 BTN PKT Bontang 75313 Kalimantan Timur mengatakan, saat ini pihaknya melakukan sosialilasi dan uji coba tas berbayar kepada para penggunjung, yang nantinya diharapkan, penggunaan kantung plastik bisa menurun. Dan uji coba ini akan dilakukan sekitar satu minggu kedepan.

“Ini dalam rangka “Go Green” mas, saat ini masih tahap uji coba, makanya ini kita kasih gratis untuk pengunjung dengan minimal belanja sebesar Rp.300 ribu. Karena kan masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba, untuk kedepannya ini akan kita berlakukan berbayar kepada setiap pengunjung dengan kisaran harga sekitar Rp.5 ribu untuk setiap tas,” paparnya

Sementara itu, salah satu pengunjung Ina (26), berpendapat bahwa program ini akan mampu mengurangi penggunaan kantung plasik yang semakin memprihatinkan. Dia juga tidak merasa keberatan untuk harga tas tersebut.

“Saya sangat mendukung sekali mas dengan kebijakan ini, kan ini demi mengurangi pemakaian kantong plastik khususnya di Bontang. Lagian, tas yang disediakannya juga bagus dan kuat. Jadi dengan harga segitu kita tidak keberatan lah mas,” terangnya.

Untuk tas nya sendiri, terbuat dari bahan dasar karung pupuk yang tidak dipakai, yang di buat oleh para penjahit yang berada di bawah naungan PKBL. Mereka menyulap karung tersebut menjadi sebuat tas cantik untuk menampung belanjaan.

Disisi lain, Kepala Bidang dan Usaha Koperasi Karyawan PKT, Mustamin menerangkan penggunaan tas berbahan dasar karung dipilih karena selain kuat, juga bisa mengurangi karung yang sudah tidak di pakai. 

“Kita usahakan penggunaan tasnya juga dari bahan yang sudah tidak terpakai. Kita daur ulang karung yang sudah tidak terpakai. Dari pada terbengkalai, lebih baik kita manfaatkan  menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” jelasnya. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :