EKSPOSKALTIM, Bontang - Ernawati (35) langsung mengeluarkan emosinya saat bertemu dengan petugas Kantor PLN di kawasan Jalan MT Haryono, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara sekitar pukul 21.30 Wita, Selasa (7/2) malam.
Bagaimana tak dongkol. Aliran listrik di rumahnya yang berada di kawasan Jalan Reformasi, RT 39, diputus secara sepihak oleh PLN, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya listrik di rumahnya padam sejak sekira pukul 21.00 Wita.
Baru setelah sumpah serapah keluar dari mulut Ernawati yang mendatangi kantor PLN, listrik dirumahnya kembali dinyalakan oleh petugas PLN pada sekitar pukul 23.00 WIta.
Kepada EKSPOSKaltim, Ernawati mengaku cukup geram, lantaran tidak ada yang memberitahukan perihal pemutusan listrik tersebut.
“Rumah saya sedang kosong. Saat saya pulang tiba-tiba loh kok langsung mati. Memang saya baru menunggak satu minggu. Tapi saat mereka datang listrik saya langsung dicabut,” ujar perempuan berambut panjang itu sambil sesekali menunjuk ke arah petugas PLN.
Dirinya tak kuat menahan emosi dan menganggap tindakan yang dilakukan PLN menyalahi aturan. Dan sampai berita ini diturunkan, dari pihak PLN belum ada yang angkat bicara.
"Pimpinan cabang sedang cuti ke Jawa," singkat Erwin, salah seorang petugas PLN.
"Saya katakan ini namanya pencurian. Memutus listrik tanpa ada pemilik rumah. Kan seharusnya bisa melapor ke orang sekitar (tetangga) atau pihak RT," ucap Ernawati yang datang ditemani suami.
"Saya mau ketemu langsung dengan pimpinan PLN (Bontang). Jika tidak kami juga akan lakukan demo disini," pungkasnya.

