EKSPOSKALTIM, Bontang- Kepala Terminal BUS Kota Bontang Jafaruddin, geram setelah beredarnya isu tiket illegal. Menurutnya isu tersebut dirinya menjadi pihak yang di pojokkan, Untuk itu, melalui Eksposkaltim dengan tegas Kepala Terminal Bus ini mengatakan, tidak ada yang namanya tiket illegal di terminal BUS kota Bontang.
“Saya bantah jika dikatakan adanya tiket ilegal, saya sudah mendengar penjelasan dari kepala Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) Andi Tajuddin Nur sendiri, bahwa semua tiket yang beredar disini adalah legal,” jelasnya saat di temui di Terminal Bus Kota Bontang , jalan letjen S. parman, Kelurahaan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Rabu siang (27/4/2016).
Dia mengaku sangat kebingungan, lantaran ada isu yang beredar bahwa tiket yang di perjual belikan di terminal tidak memiliki ijin dari Dinas perhubungan (Dishub), karena tidak memiliki stempel resmi dari Dishub.
“Tidak ada yang namanya tiket di sebuah terminal memiliki stempel dari Dishub. Saya berani buktikan kepada anda semua, silahkan cek diseluruh terminal yang ada di Indonesia, ada atau tidak, stempel dari dishub. Peraturan darimana kalau tiket harus memiliki stempel dari dishub. Yang ada, seluruh tiket yang beredar, resmi di keluarkan melalui perusahaan transportasi,” terangnya dengan nada tinggi.
Jafar berharap, kepada pihak yang memberitakan kasus ini agar mengetahui dulu seluk beluk apa yang terjadi. Menurutnya, Jangan hanya melihat apa yang terjadi, tanpa harus mencari kejelasannya.
“Semua pihak yang memberitkan hal ini, saya minta tolong agar tidak melihat dari depannya saja. Tolong lihat juga lah kedalam seperti apa. Tidak tau prosedurnya seperti apa, sudah manghakimi bahwa tiket itu ilegal,” tegasnya.
Disisi lain, dia menginginkan agar pemerintah dengan segera membangun pintu portal masuk ke Terminal, agar kendaraan transport umum yang ilegal (tidak memiliki ijin,red), tidak mangkal dan menyerobot penumpang yang seharusnya menjadi penumpang bus.
“Kendaraan plat hitam yang selalu mangkal di terminal, sangat berpengaruh buruk bagi pendapatan di terminal, lantaran selalu menyerobot penumpang yang harusnya menjadi penumbang bus. Dengan hal ini, saya mengusulkan agar segera di bangunkan pintu portal terminal,” pintanya. (*)

