EKSPOSKALTIM, Mahulu - Program pengadaan speedboat dan ketinting yang diusulkan Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), tak kunjung mendapat jawaban dari pemerintah.
Padahal menurut Kepala Bidang (Kabid) Laut dan Udara Dishubpar Kabupaten Mahulu, David, kedua jenis transportasi air tersebut bakal digunakan untuk patroli dan mengontrol kejadian di sungai.
Kendati program tersebut telah di usulkan sejak 2013 silam dan terus diusulkan setiap tahunnya, namun hingga sekarang program tersebut tak kunjung berjalan.
"Pengadaan speedboat dan ketinting ini rencananya kita gunakan dari pos satu ke pos lainnya, untuk mengecek kejadian-kejadian yang misalnya terjadi, tapi program ini tidak gol," tuturnya.
Pengadaan speedboat dan ketinting sangat diperlukan untuk mengontrol pos-pos yang ada, mengingat jalur sungai menjadi jalur transportasi utama masyarakat maupun pendatang yang akan keluar masuk Mahulu.
Pihaknya pun sangat menyayangkan tak terealisasinya pengajuan speedbot dan ketinting tersebut. Kendati demikian, sebagai bawahan ia pun harus mengikuti langkah yang menjadi keputusan pemerintah.
"Alasannya karena belum terlalu urgent, jadi belum disetujui, dan ini bukan satu kali kita usulkan, setiap tahun kita usulkan. Ya semoga saja tahun depan bisa dijalankan program ini," tandasnya. (Adv).

