EKSPOSKALTIM, Bontang- Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase memimpin rapat Evaluasi Pengendalian darurat DBD di Kota Bontang pada Senin siang (24/10) kemarin. Rapat yang membahas mengenai evaluasi upaya pengendalian DBD ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Bontang, Direktur Rumah Sakit, dan Perusahaan lokal di Kota Taman.
Pada bulan Juli-September awal kemarin, Pemerintah Kota Bontang sempat menghadapi masa sulit. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang terkena penyakit DBD. Peningkatan kasus melonjak dengan cepat. Hilangnya nyawa pun tak terelakkan, dan Pemerintah pun tidak tinggal diam.
Untuk mengantisipasi penyebarannya, Wali Kota Neni langsung mengeluarkan surat edaran mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit DBD serta pelaksanaan satu rumah satu juru pemantau jentik kepada masyarakat. Termasuk meminta bantuan stakeholder di Kota Bontang sehingga perlahan-lahan kasus penyebaran DBD mulai menurun.
"Alhamdulillah kita bisa melalui situasi ini. Hal ini bisa terjadi karena kerjasama yang baik Pemerintah dengan perusahaan dan masyarakat yang terlibat. Namun, sebaiknya usaha kita tidak terhenti di sini saja. Kita harus selalu ingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dan Fogging sebagai upaya antisipasi juga harus rutin dilakukan," kata Basri.
Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini tidak bisa dianggap remeh. Menghadapi masa penularan DBD, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah mempersiapkan jadwal fogging yang akan dilakukan di 15 kelurahan pada bulan November-Desember 2016. Pemerintah pun masih menggandeng stakeholder dalam pelaksanaannya.
Pemerintah berharap seluruh stakeholder dan masyarakat bisa ikut mensukseskan upaya pengendalian DBD diikuti dengan intervensi fisik yaitu pesan 3M+ dan kerja Bhakti. 1 Rumah 1 Jumantik/Jumbastik juga diharapkan terbentuk di masing-masing RT. (hms8/humas bontang)

