EKSPOSKALTIM, Mahulu - Kondisi kantor pemerintahan Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) kini masih jauh dari kata layak. Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahulu misalnya yang kini masih menumpang di rumah warga.
Selama kurang lebih 2 Tahun DPRD Kabupaten Mahulu menyewa rumah warga untuk dijadikan kantor. Minimnya fasilitas yang ada menciptakan suasana kerja yang sangat sederhana di kantor legislatif kabupaten yang baru dimekarkan sejak tahun tahun 2013 lalu.
Ketua DPRD Kabupaten Mahulu Novita Bulan menegaskan, kondisi kantor yang ada saat ini tidak hanya minim fasilitas, namun juga ruangannya kurang cukup untuk menampung seluruh pegawai dan mengakomodir seluruh kegiatan.
"Ya keadaannya seperti ini, kami disini sekitar 140 lebih pegawai yang bertugas di kantor DPRD, belum termasuk anggota Dewan. Jadi kondisi di ruangan penuh, begitu juga meja kerja yang penuh hingga ruang belakang," ungkap politisi Partai Gerindra ini saat ditemui di kantornya, Jalan Poros Ujoh Bilang-Long Bagun, Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, KabuJumat (7/9/2016) siang.
Dikantor ini memiliki 9 ruangan yang diantaranya ditempati Ketua Dewan, Anggota Dewan, Bendahara dan Keuangan, dan Fraksi. Selebihnya staf pegawai menempati lorong-lorong pada bangunan tersebut.
"Memang rata-rata ruang disini berukuran 3x3 meter saja, dan hanya 9 ruangan. Kami masih kekurangan ruangan, jadi semisal ada jadwal rapat antar fraksi, kami menggunakan ruangan yang ada untuk melakukan rapat. Keadaannya memang sangat miris," paparnya.
Dia berharap, kondisi keadaan wilayah Kabupaten Mahulu dapat segera membaik, begitupun dari segi fasilitas infrastruktur, ekonomi dan sosialnya. Kata dia, sebisa mungkin daerah ini dijadikan sebagai pintu cerminan, karena Kabupaten Mahulu merupakan beranda terdepan NKRI.
"Keadaan miris ini memang dalam keadaan wajar, kita tahu Mahulu adalah daerah otonom baru yang masih dalam tahap pemekaran. Tetapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan daerah ini," tutupnya. (Adv)

