Rumor Haji Isam mengakuisisi BCA jadi sorotan OJK.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau dinamika kepemilikan dan perubahan pengendalian bank di tengah rumor akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Namun, pemantauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan perbankan dan bukan konfirmasi adanya transaksi akuisisi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan OJK senantiasa mencermati perkembangan kepemilikan saham, struktur pengendalian, konsolidasi, hingga aksi korporasi di sektor perbankan.
Jika terdapat transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali bank, OJK akan melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
OJK juga memastikan perubahan kepemilikan dan pengendalian bank tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta ketentuan mengenai kepemilikan dan pengendalian bank.
Dari sisi pengawasan, perubahan kepemilikan atau pengendalian pada bank besar tidak hanya dilihat dari transaksi saham. OJK turut mencermati potensi dampaknya terhadap profil risiko bank, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas tata kelola, serta hubungan bank dengan kelompok usaha yang berada di bawah kendali pemegang saham.
Apabila terjadi perubahan pengendalian yang bersifat material, OJK akan menilai dampaknya secara menyeluruh, termasuk terhadap persaingan industri, strategi bisnis bank, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola, dan potensi konsentrasi risiko.
“Secara umum, OJK menilai stabilitas industri perbankan nasional tetap ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian,” kata Dian dalam jawaban tertulis di Jakarta, ditulis Jumat (16/10).
BCA Bantah Rumor Akuisisi
Sebelumnya, BCA telah membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9).
Hera juga mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi mengenai BCA melalui sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel.
Berdasarkan informasi kepemilikan saham yang disampaikan, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) memiliki 67,73 miliar saham BCA atau setara 54,94 persen. Sementara itu, kepemilikan saham masyarakat tercatat sebesar 44,64 persen, terdiri atas 2,51 persen saham warkat dan 42,13 persen saham nonwarkat.


