Awal Oktober saja kasus ISPA di Balikpapan sudah tembus 3.100 kasus. Dinkes menyebut lonjakan dipicu musim kemarau, sirkulasi virus influenza, dan kabut asap karhutla yang bikin ISPU naik dari 100 jadi 115.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di awal Oktober 2026.
Pemicunya musim kemarau dan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengungkapkan, sejak awal Oktober hingga pertengahan bulan, kasus ISPA sudah menyentuh 3.100 kasus.
"Pada awal Oktober sampai dengan saat ini kasus ISPA sudah mencapai 3.100 kasus," kata Alwiati, Selasa (13/10/2026).
Angka ini perlu diwaspadai. Selain musim kering dan sirkulasi virus influenza yang masif, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Balikpapan naik dari 100 menjadi 115.
Sebagai pembanding, sepanjang September lalu total kasus ISPA mencapai 6.100 kasus.
Meski tren ISPA selalu tinggi di Balikpapan, kabut asap dinilai memperburuk risiko kesehatan.
Ancaman Bagi Penderita Asma dan Kelompok Rentan
Alwiati menegaskan kabut asap dapat memperparah kondisi pasien ISPA, terutama yang memiliki riwayat asma.
Perhatian ekstra juga untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) yang daya tahan tubuhnya lebih sensitif terhadap polusi.
"Kabut asap ini memperburuk risiko. Orang yang menderita ISPA dan punya riwayat asma kondisinya bisa semakin parah. Kita juga harus sangat mewaspadai kelompok rentan, yaitu anak-anak dan lansia. Anak-anak harus kita latih untuk disiplin memakai masker saat beraktivitas di luar," terangnya.
Imbauan Pakai Masker
Untuk menekan risiko, Dinkes mengimbau masyarakat memperketat protokol mandiri: pakai masker di luar ruangan, perbanyak air putih, jaga gizi seimbang, dan terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Jika ada warga atau anak yang mulai merasakan gejala sakit, kami minta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Seluruh faskes dan puskesmas kami siap memberikan pelayanan optimal," jelasnya.

