BMKG memperingatkan kabut asap di Balikpapan berpotensi semakin tebal karena asap karhutla bergerak dari wilayah selatan menuju utara Kalimantan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan memperingatkan bahwa kabut asap di Balikpapan berpotensi semakin tebal. Kondisi ini dipicu pergeseran posisi matahari ke selatan yang meningkatkan potensi panas di wilayah selatan Kalimantan, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat.
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir terpantau karhutla di sekitar Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membawa asap ke utara menuju Kalimantan Timur (Kaltim).
"Selain karhutla di sekitar Kalteng dan Kalsel, wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser juga mengalami karhutla yang semakin intens. Akibatnya kabut asap terakumulasi dan semakin tebal bergerak secara umum ke utara seperti ke wilayah Balikpapan," ujar Huda, Senin (12/10/2026).
Huda menjelaskan bahwa kabut asap mengganggu aktivitas lalu lintas dan kesehatan, terutama pada pagi hari. Hal ini disebabkan suhu udara yang cenderung rendah sehingga asap dipaksa turun ke permukaan dan membuat kondisi kabut asap di sekitar permukaan semakin pekat.
"Kabut asap tentu mengganggu aktivitas lalu lintas dan kesehatan terutama ketika pagi hari karena suhu udara yang cenderung rendah sehingga asap akan dipaksa turun ke permukaan dan membuat kondisi kabut asap di sekitar permukaan semakin pekat," jelasnya.
Terkait prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, Huda menyebutkan bahwa masih terdapat potensi tutupan awan. Namun, kondisi tersebut masih sulit untuk sampai pada akhirnya turun menjadi hujan.
"Prakiraan untuk beberapa hari ke depan menunjukkan adanya potensi tutupan awan, namun masih sulit sampai pada akhirnya turun menjadi hujan," ujar dia.
ISPU 113, Kategori Tidak Sehat
Dampak dari akumulasi asap tersebut, kualitas udara di Kota Balikpapan menyentuh angka 113 berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini memicu wacana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar di Balikpapan. Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan bahwa rapat digelar melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga SPPG.
"Rapat hari ini akan membahas langkah-langkah yang perlu diambil, termasuk kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Jadi, keputusan mengenai langkah yang akan diterapkan selanjutnya baru akan dibahas dalam rapat hari ini," ujar Gasali, Senin (12/10/2026).
Gasali menegaskan bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh belum dipastikan. Menurutnya, PJJ masih menjadi salah satu masukan yang akan dibahas dalam rapat.
"Belum. Pembelajaran jarak jauh masih menjadi salah satu masukan yang akan dibahas. Apakah memang perlu diterapkan atau tidak, itu yang akan diputuskan dalam rapat nanti dengan mempertimbangkan kondisi yang ada," jelasnya.
Kasus ISPA Meningkat
Terkait peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Gasali menyebut bahwa dinas terkait sebelumnya telah memberikan imbauan kepada seluruh anak sekolah sejak sekitar dua bulan lalu untuk mengantisipasi kondisi yang ada.
"Namun, hari ini dinas menilai kasus ISPA sudah masuk kategori tinggi. Karena itu, dilakukan rapat yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota, Dinas Lingkungan Hidup, serta petugas MBG untuk menentukan langkah yang perlu diambil," kata Gasali.
Salah satu opsi yang dibahas adalah apakah pembelajaran jarak jauh sudah perlu diterapkan sebagai solusi.
Gasali berharap dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, dapat mengambil keputusan yang benar-benar tepat di tengah kondisi yang ada.
"Dengan kondisi yang ada sekarang, kami berharap dinas terkait bisa mengambil keputusan yang benar-benar tepat. Harapannya, anak-anak dan lingkungan sekolah dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.


