PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bendungan Teritip dan Waduk Manggar Menyusut, Pengambilan Air Balikpapan Dibatasi

Home Berita Bendungan Teritip Dan Wad ...

Bendungan Teritip dan Waduk Manggar sama-sama menyusut di tengah kemarau panjang, membuat pengambilan air baku untuk warga Balikpapan mulai ditekan.


Bendungan Teritip dan Waduk Manggar Menyusut, Pengambilan Air Balikpapan Dibatasi
Kondisi Bendungan Teritip di Balikpapan Timur, Kamis (1/10/2026). Sejak kemarau, tinggi muka air di bendungan ini sudah turun hingga 1,7 meter. Foto : Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kemarau panjang imbas El Nino Godzilla membuat debit air di Bendungan Teritip dan Waduk Manggar terus menurun. Di Bendungan Teritip, permukaan air bahkan sudah turun hingga 1,7 meter dalam dua bulan terakhir.

Situasi ini memaksa Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV menyusun simulasi agar kebutuhan air warga Balikpapan tetap tersedia, setidaknya sampai Desember mendatang.

Kepala UPB Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman, mengatakan sudah 60 hari tidak turun hujan di Bendungan Teritip. Kondisi ini membuat debit air terus mengalami penurunan.

"Biasanya Bendungan Teritip diambil airnya 220 liter per detik. Memang potensi maksimal bendungan ini mencapai 260 liter per detik. Untuk izin maksimal, kami hanya berikan 220 liter per detik," ujar Fatturrahman saat diwawancarai, Kamis (1/10/2026).

Simulasi agar Pasokan Bertahan hingga Desember

Memasuki kemarau dan El Nino, BWS Kalimantan IV melakukan simulasi agar pasokan air di Bendungan Teritip mampu bertahan hingga Desember 2026. Simulasi ini dilakukan karena BMKG memprediksi hujan baru akan turun pada Oktober–November.

"Kami lakukan simulasi dan perhitungan pengambilan air baku oleh PTMB/PDAM. Di mana saat ini air baku PDAM kita batasi 50 persen dari kapasitas normal, sekitar 110 liter per detik," jelasnya.

Fatturrahman menyebut El Nino kali ini jauh lebih parah dibanding tahun 2023 lalu. Untuk saat ini, penurunan debit air sudah nyaris mencapai dua meter.

"Jadi ya memang sekitar 850 ribu kubik yang tersisa. Jadi kemungkinan di bulan Oktober ini tidak 110 liter per detik. Kami coba hitung tanpa hujan, maka mungkin kita akan izinkan ambil air 90 liter per detik," katanya.

Ia berharap hujan segera turun. Jika kondisi normal, pengambilan air bisa kembali dilakukan secara normal oleh PTMB.

Waduk Manggar Juga Menyusut

Tak hanya Bendungan Teritip, sumber air baku Balikpapan lainnya, Waduk Manggar, juga mengalami penurunan debit akibat kemarau yang diperparah fenomena El Nino Godzilla.

"Pengambilan air 1.150 liter per detik. Kami juga simulasikan di sana. Sudah kami hitung, kita koordinasi dengan PTMB di bulan September, kami turunkan pengambilan sampai 900 liter per detik," ujar Fatturrahman.

Ia menyebut penurunan itu sekitar 250 liter per detik dari izin pengambilan 1.150 liter per detik, atau turun 21 persen.

"Kami menjaga agar air bisa tetap mengalir ke warga hingga Desember," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :