Nilai tukar rupiah ditekankan menyusul kuatnya Dolar AS mengumumkan pengumuman suku bunga Bank Indonesia.
EKSPOSKALTIM.COM - Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.
Berdasarkan data pasar spot Bloomberg pada Selasa (22/9/2026) pagi, rupiah dibuka melemah 33 poin atau 0,19% di level Rp17.791 per dolar AS. Pada penutupan Jumat (18/9/2026) sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.758 per dolar AS. 7c25
Sementara itu, data referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat pelemahan. Pada Senin, 21 September, JISDOR naik menjadi Rp17.813 dari Rp17.745 di hari sebelumnya. Pada perdagangan yang sama, USD/IDR sempat menyentuh Rp17.825 atau melemah 0,54%.
Untuk kurs perbankan transaksi hari ini, bervariasi. Di Bank Bukopin, kurs tengah dolar AS tercatat di Rp15.500 dengan kurs beli Rp15.485 dan jual Rp15.515. Sementara di Bank OCBC NISP, kurs tengah berada lebih tinggi di Rp16.660.
Pengamat menilai penguatan dolar AS masih ditentukan oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan lalu. Di sisi lain, pasar domestik menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu, 23 September mendatang.
Pelemahan rupiah juga mempengaruhi posisi sentimen global terkait yen Jepang dan potensi pelepasan carry trade di pasar negara berkembang. (merah)

