BMKG memprakirakan Samarinda kembali diselimuti udara kabur pada Kamis (11/9/2026), sementara Banjarmasin berpotensi mengalami kabut asap di tengah minimnya peluang hujan di dua provinsi tersebut.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kualitas udara di sebagian wilayah Kalimantan masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis (11/9/2026).
Prakirawan BMKG Yuyun menyebutkan, potensi udara kabur diprakirakan terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
"Sementara potensi asap atau kabut diprakirakan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan," ujar Yuyun dalam prakiraan cuaca harian BMKG yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BMKG, Kamis pagi.
Kondisi tersebut muncul saat sejumlah wilayah Kalimantan masih menghadapi dampak karhutla yang dalam beberapa pekan terakhir memicu penurunan kualitas udara dan gangguan transportasi.
Di Kalimantan Utara, BMKG justru memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor. Namun peluang hujan belum terlihat untuk wilayah Kaltim maupun Kalsel yang masih didominasi kondisi kering.
Secara nasional, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Jakarta, dan Bandung.
Sementara hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Serang, Banten.
Untuk wilayah Indonesia timur, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, Palu, Manokwari, Nabire, dan Jayapura.
Adapun cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya, dan Merauke.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama di wilayah yang masih terdampak karhutla, untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG.
"Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui website bmkg.go.id dan media sosial kami di @info.bmkg," kata Yuyun. (ant)



