Darurat kekeringan di Samarinda tak hanya mengancam pasokan air bersih dan memicu karhutla.
EKSPOSKALTIM, Samarinda— Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengantisipasi efek ekonomi dari darurat kekeringan. Bukan hanya memastikan kebutuhan air dan penanganan karhutla, Pemkot melalui Dinas Perdagangan (Disdag) juga berupaya mencegah kondisi darurat tersebut berkembang menjadi tekanan baru terhadap harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Intervensi dilakukan melalui Operasi Pasar Tanggap Darurat Kekeringan yang digelar secara terbatas di wilayah-wilayah yang lebih dulu dilaporkan terdampak. Disdag tidak langsung membuka operasi pasar di seluruh kecamatan, melainkan menggunakan laporan BPBD sebagai dasar menentukan titik prioritas.
Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam merespons status tanggap darurat kekeringan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026 yang ditetapkan Pemkot.
“Ini kan sangat darurat. Semua pihak diaktifkan termasuk Disdag, mengkondisikan jangan sampai kondisi ini bisa menjadikan lonjakan inflasi,” kata Nurrahmani kepada media ini.
Menurutnya, kekeringan memiliki konsekuensi yang tidak berhenti pada berkurangnya air. Ketika kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan, pemerintah perlu memastikan tekanan terhadap harga tidak ikut membesar.
Karena itu, Disdag memilih mendahulukan kawasan yang telah memperoleh laporan terdampak dari BPBD.
Untuk tahap pertama, operasi pasar berlangsung hingga 7 September 2026. Enam titik yang disiapkan berada di kawasan Bantuas dan Simpang Pasir di Palaran, Samarinda Ulu, Lempake, Makroman dan Pulau Atas.
“Kalau memang diperpanjang, kami akan memasuki semua kecamatan. Tapi untuk langkah awal sampai tanggal 7 ini, kami memasuki yang sudah dapat laporan dari BPBD mengenai tempat-tempat yang memang terdampak,” jelasnya.
Yang menarik, operasi pasar tersebut tidak dibangun dengan pola pemerintah membeli seluruh komoditas kemudian menjualnya kembali. Disdag justru memanfaatkan jejaring Bulog dan distributor sehingga kebutuhan anggaran pemerintah dapat ditekan.
Nurrahmani menyebut kebutuhan anggaran sekitar Rp20 juta lebih banyak digunakan untuk mendukung mobilisasi.
“Karena kami kan perlu bensin aja, nggak perlu apa-apa, untuk mobilisasi aja,” katanya.
Untuk komoditas tertentu, pemerintah tidak perlu mengeluarkan modal pengadaan di awal. Beras didatangkan dari Bulog, sementara distributor membawa barang untuk dijual dan kemudian melakukan pembayaran berdasarkan barang yang benar-benar terjual.
Skema itu sekaligus memperlihatkan bahwa operasi pasar dalam situasi darurat tidak semata bergantung pada besarnya anggaran pemerintah. Disdag mengandalkan koordinasi dengan pemasok untuk menjaga barang tetap tersedia tanpa harus menanggung seluruh risiko stok.
Nurrahmani mencontohkan kerja sama dengan distributor air minum.
“Misalnya kami coba masukkan air minum kemasan, karena kami tahu mungkin air minum susah,” jelasnya.
Skema serupa juga diarahkan pada komoditas kebutuhan masyarakat lainnya. Kendati minyak goreng belum tersedia, Disdag menyebut masih terdapat distributor yang dapat dilibatkan. Penekanannya bukan pada potongan harga besar, melainkan memastikan masyarakat tetap memperoleh harga yang lebih rendah ketika daya beli sedang ditekan kondisi darurat.
“Tapi kami komitmen, ketika pasar murah ini tolonglah harga di bawah harga yang biasa,” katanya.
Untuk komoditas yang diprioritaskan, Disdag menyiapkan gas LPG 3 kilogram dan beras Bulog. Sementara minyak goreng masih menunggu ketersediaan pasokan. Komoditas ikan beku juga diupayakan masuk dalam operasi pasar, disusul telur dan gula sesuai ketersediaan.
Bagi Disdag, pendekatan tersebut membuat operasi pasar bukan sekadar agenda seremonial menjelang berakhirnya masa tanggap darurat. Barang yang dibawa diarahkan ke kawasan yang membutuhkan, sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
“Ya karena kita kan menjual harga HET. Misal beras di Rp60 ribu. Kemudian gas itu di pas angka Rp18 ribu. Jadi kita manfaatkan lah membantu masyarakat,” pungkasnya.



