Di tengah ancaman karhutla yang masih memunculkan 473 titik panas di Kalimantan Selatan, BMKG memprakirakan hujan berpotensi turun di sebagian wilayah Kalimantan pada hari ini.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan pada Kamis (27/8).
Prakiraan tersebut muncul ketika ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi Pulau Kalimantan, terutama di Kalimantan Selatan yang tercatat memiliki 473 titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan terbaru BMKG.
Prakirawan BMKG Masayu F menjelaskan potensi hujan dipicu keberadaan daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.
Kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan yang dapat menghasilkan hujan sedang hingga lebat.
BMKG memprakirakan Tanjung Selor menjadi salah satu kota yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Sementara Samarinda diprediksi berada dalam kondisi berawan sepanjang hari.
Meski belum seluruh wilayah Kalimantan diperkirakan diguyur hujan, kondisi atmosfer tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kelembapan udara yang selama beberapa bulan terakhir mengalami tekanan akibat musim kemarau.
Kalsel Masih Catat 473 Hotspot
Sementara itu, BMKG Kalimantan Selatan mendeteksi 473 titik panas yang tersebar di 11 kabupaten dan kota hingga Selasa (25/8/2026).
Jumlah tersebut menjadikan Kalsel sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas hotspot tertinggi di Kalimantan dalam beberapa pekan terakhir.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Utari Randiana, mengatakan titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar.
Dari total 473 hotspot, sebanyak 425 titik atau sekitar 89,9 persen berada pada kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik kategori rendah.
Hanya Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan yang tidak terdeteksi memiliki titik panas dalam pemantauan terbaru.
Data tersebut menunjukkan ancaman karhutla di Kalimantan Selatan masih tinggi meski sejumlah wilayah Kalimantan mulai berpeluang mendapatkan hujan.
Dengan ribuan hektare lahan terbakar dan kualitas udara yang mulai menjadi perhatian, turunnya hujan dalam beberapa hari ke depan menjadi salah satu faktor yang paling dinantikan untuk membantu operasi pemadaman di lapangan.


