Pemkot Samarinda mengingatkan Perumda Varia Niaga agar tidak mengabaikan bisnis pangan yang selama ini menjadi identitas perusahaan, meski sejumlah lini usaha baru mencatat keuntungan lebih besar.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta Perumda Varia Niaga tidak meninggalkan lini usaha pangan di tengah ekspansi perusahaan ke sejumlah sektor yang dinilai lebih menguntungkan.
Pasalnya, hasil evaluasi kinerja semester I menunjukkan adanya ketimpangan antara usaha lain yang mencatat keuntungan dengan bisnis pangan yang justru mengalami kerugian.
Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan ekspansi usaha Varia Niaga tidak membuat bisnis perdagangan pangan yang memiliki fungsi strategis bagi daerah justru terabaikan.
“Kemarin kami evaluasi supaya jangan tinggalkan usaha dagang. Dagangnya kan dia pangan, dia agak rugi. Karena dia lebih banyak ekspansi usaha di luar yang memang menguntungkan,” kata Marnabas.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Varia Niaga memiliki dua fungsi yang harus berjalan beriringan. Selain sebagai badan usaha yang dituntut menghasilkan keuntungan, perusahaan juga memiliki penugasan sosial ketika pemerintah membutuhkan intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
“Untuk semester 1 ini, lebih untung di usaha lain. Sementara yang usaha pangan ini dia malah minus,” jelasnya.
Salah satu usaha yang menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut yakni Bebaya Mart di kawasan Jalan Pangeran Antasari. Marnabas menilai kerugian pada lini usaha pangan tersebut harus segera direspons melalui pembenahan, terutama dari sisi pemasaran dan promosi.
“Harus betul-betul namanya usaha itu promosi harus dibanyaki, disampaikan ke orang,” ujarnya.
Ia menilai strategi pemasaran tidak boleh dilakukan secara terbatas. Sebagai badan usaha, Varia Niaga dinilai harus menggunakan berbagai cara positif untuk menggali potensi pasar dan meningkatkan perputaran usaha.
Marnabas mengingatkan bahwa bisnis pangan bukan sekadar salah satu unit usaha yang mengejar keuntungan. Justru, lini tersebut selama ini menjadi salah satu sektor yang membuat nama Varia Niaga dikenal lantaran perannya dalam membantu pemerintah mengendalikan inflasi.
“Kan selama ini yang memunculkan namanya itu kan usaha pangannya. Dia bisa mengendalikan inflasi sehingga bisa sampai ke nasional di mana-mana,” katanya.
Karena itu, ia meminta manajemen tidak melihat bisnis pangan hanya dari skala keuntungan dalam setiap transaksi. Menurutnya, lini usaha yang tampak kecil tetap dapat memberikan hasil besar apabila memiliki volume penjualan yang tinggi.
“Mungkin dikiranya kecil, jangan. Dalam ilmu dagang itu, mana yang membuat kita tersohor, jangan tinggalkan itu,” pungkasnya.



