PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dugaan Keracunan Massal MBG di Kukar, Puluhan Pelajar Dilarikan ke Puskesmas

Home Berita Dugaan Keracunan Massal M ...

Dugaan keracunan massal menimpa puluhan pelajar di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara. Selain siswa dari berbagai jenjang sekolah, seorang petugas pencicip makanan juga ikut mengalami gejala setelah mengonsumsi menu Program Makanan Bergizi Gratis.


Dugaan Keracunan Massal MBG di Kukar, Puluhan Pelajar Dilarikan ke Puskesmas
Camat Sebulu, Edy Fahruddin saat berada di Puskesmas Sebulu 1. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Sebanyak 46 orang di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menjalani penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8).

Korban adalah siswa dari jenjang sekolah dasar hingga menengah, serta seorang petugas perempuan yang bertugas mencicipi makanan sebelum didistribusikan. Mereka dilaporkan mengalami keluhan berupa pusing dan gangguan pencernaan.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Seluruh korban segera dievakuasi ke Puskesmas Sebulu 1 untuk mendapatkan penanganan medis.

"Total ada 46 pasien yang ditangani. Sebanyak 27 orang dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) dan 19 lainnya di Poli Anak," ujar Edy.

Ia menjelaskan para korban berasal dari SDN 025, SDN 003, MI, dan MTs di Kecamatan Sebulu. Sementara satu korban dewasa merupakan petugas pencicip makanan sebelum menu MBG disalurkan kepada penerima manfaat balita.

Dugaan Makanan Tidak Layak Konsumsi

Hasil pemeriksaan awal tim medis mengindikasikan gejala yang dialami para korban muncul setelah menyantap makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sebulu Ulu.

Menurut Edy, sejumlah siswa mengaku makanan yang mereka konsumsi mengeluarkan bau tidak sedap dan memiliki tekstur yang diduga sudah tidak layak dimakan.

"Informasi awal dari anak-anak, makanannya basi," kata dia.

Namun, beberapa pasien yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang usai observasi.

Koordinator Satgas MBG Kabupaten Kukar, Sunggono, mengatakan pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan dan pihak SPPG masih melakukan pendataan menyeluruh terkait insiden tersebut.

Selain itu, sampel makanan dan hasil pemeriksaan medis korban juga telah dikumpulkan untuk diuji di laboratorium.

"Sampai saat ini jajaran masih melengkapi data dan memantau secara langsung kondisi korban di lapangan. Kami mengambil sampel makanan serta mengumpulkan hasil pemeriksaan medis pasien untuk menentukan penyebab pasti keracunan," terang Sunggono.

Ia menegaskan Pemkab Kukar berkomitmen mengusut penyebab kejadian tersebut dan akan menyampaikan hasil investigasi kepada masyarakat setelah hasil uji laboratorium selesai.

"Kami menyiagakan tim medis standby 24 jam di Puskesmas. Apabila ada siswa atau warga yang masih merasakan keluhan, segera datangi tim kami. Kami minta para orang tua tidak khawatir berlebihan karena penanganan dilakukan secara maksimal," imbaunya.

Sunggono menambahkan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Satgas MBG Kukar untuk memperkuat pengawasan terhadap kualitas dan kehigienisan makanan yang disalurkan, mengingat MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi gizi anak secara nasional.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :