PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan, Kaltim-Kalsel Bagaimana?

Home Berita Bmkg Keluarkan Peringatan ...

Meski begitu, wilayah utara Kalimantan mulai dihadapkan pada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.


BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Kalimantan, Kaltim-Kalsel Bagaimana?
Sejumlah tongkang memuat batu bara melintasi kawasan Sungai Mahakam. Foto: Bisnis

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan masih didominasi kondisi berawan pada Sabtu (1/8/), meski sejumlah wilayah Kalimantan mulai mengalami peningkatan potensi hujan.

Dalam prakiraan cuaca terbarunya, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan, peringatan paling serius diberikan kepada Tanjung Selor yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu, Samarinda dan Banjarmasin diprakirakan berada dalam kondisi berawan sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Afif Shalahuddin menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan daerah konvergensi atau perlambatan angin yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.

"Daerah konvergensi memanjang di Selat Malaka, pesisir barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan," ujarnya dikutip dari prakiraan cuaca BMKG.

Menurut BMKG, keberadaan daerah konvergensi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilaluinya.

Meski demikian, untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dampak langsungnya belum signifikan. Kondisi cuaca di dua provinsi tersebut masih relatif stabil dibanding sejumlah wilayah lain yang mulai memasuki fase hujan lebih intensif.

Ancaman El Nino

Situasi ini terjadi di tengah prediksi BMKG bahwa fenomena El Nino masih akan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi memicu musim kemarau lebih kering dari normal di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor energi nasional.

Menurutnya, cuaca panas yang berkepanjangan biasanya memicu lonjakan kebutuhan listrik pada saat yang sama cadangan air waduk mengalami penurunan.

"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi," kata Ardhasena.

Karena itu, BMKG mengimbau pengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk mengatur penggunaan cadangan air secara terukur guna mengantisipasi peningkatan beban listrik selama periode El Nino.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, BMKG mengingatkan agar tetap memantau perkembangan cuaca karena dinamika atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat, terutama memasuki masa peralihan musim yang sering memicu cuaca lokal bersifat tiba-tiba.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :