PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Data Siswa Jadi Faktor Lambannya Seragam Gratispol, Disdikbud Kaltim Kejar Distribusi Agustus

Home Berita Data Siswa Jadi Faktor La ...

Data Siswa Jadi Faktor Lambannya Seragam Gratispol, Disdikbud Kaltim Kejar Distribusi Agustus
Ilustrasi siswa SMA di Samarinda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menargetkan distribusi bantuan seragam sekolah melalui Program Gratispol mulai dilakukan pada Agustus 2026. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda– Keterlambatan distribusi seragam sekolah gratis Program Gratispol di Kalimantan Timur (Kaltim) pun diakui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Persoalan utama bukan berada pada pengadaan, melainkan lambannya proses pendataan peserta didik baru yang belum sepenuhnya rampung dari seluruh sekolah, termasuk masih adanya satuan pendidikan yang belum mengirimkan data.

Penjelasan tersebut disampaikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Seragam Gratispol Disdikbud Kaltim, Suprapto, saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Senin (27/7).

Ia mengatakan Disdikbud sebenarnya telah memulai tahapan persiapan sejak awal Juli dengan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi yang melibatkan seluruh SMA, SMK, SLB, hingga madrasah di Kaltim.

"Itu pada tanggal 10 Juli. Kemudian sejak saat itulah kami melakukan pendataan. Jadi memang jujur kami ini ada sedikit kelambatan untuk pendataan," ujarnya.

Menurutnya, dalam proses tersebut Disdikbud juga mendapat masukan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar ke depan berkoordinasi lebih awal dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memprediksi jumlah lulusan SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA.

Masukan tersebut dinilai menjadi bahan evaluasi penting agar proses pengadaan seragam tidak lagi bergantung pada pendataan setelah penerimaan siswa baru selesai.

"Misal kelas 9 mau ke sekolah yang mana, jadi kami bisa ancang-ancang, termasuk jumlahnya dan daya tampungnya," jelasnya.

Suprapto mengakui, sekolah baru dapat menginput data setelah calon peserta didik resmi ditetapkan sebagai siswa. Kondisi itulah yang membuat pendataan memerlukan waktu lebih lama. Bahkan hingga saat ini masih ada sekolah yang belum menyampaikan data. Meski demikian, Disdikbud memastikan proses produksi seragam terus dikebut agar target penyaluran dapat direalisasikan secepatnya.

"Insya Allah kami akan kejar ke penyedia, memastikan produksi sedang dikejar. Dan mudah-mudahan di Agustus itu sudah didistribusikan," tegas Suprapto.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengakui distribusi seragam Gratispol tahun ini masih mengalami keterlambatan. Namun, ia menilai pelaksanaan program sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena menggunakan sistem yang diperbaiki untuk meminimalkan persoalan yang pernah terjadi.

"Tapi kita menggunakan sistem supaya tidak ada kejadian-kejadian seperti tahun-tahun yang sistem online gitu," ujarnya.

Rahmat memastikan evaluasi akan dilakukan menyeluruh. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memproyeksikan jumlah lulusan SMP yang berpotensi masuk SMA negeri maupun swasta.

"Ini untuk memprediksi jumlah murid jenjang SMP yang akan ke SMA. Insya Allah nanti di tahun depan mulai kami memprediksikan jumlah ini," katanya.

Di sisi lain, Disdikbud juga menemukan sejumlah kekeliruan dalam proses pendataan yang dilakukan sekolah. Salah satunya adalah ketidaksesuaian identitas penerima dengan jenis seragam yang dipilih. Namun Kadisdikbud Kaltim ini memastikan paket bantuan yang diterima siswa tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni terdiri atas seragam, sepatu, dan tas sekolah.

"Insya Allah kami memperbaiki lagi," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :