PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Respons Dirjen ESDM soal Hujan Debu Resahkan Warga Balikpapan

Home Berita Respons Dirjen Esdm Soal ...

Fenomena hujan debu yang meresahkan masyarakat akibat operasional kilang baru Pertamina di Balikpapan mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. 


Respons Dirjen ESDM soal Hujan Debu Resahkan Warga Balikpapan
Sejumlah pekerja Pertamina mengawasi pemindahan material di proyek RDMP Kilang Minyak baru Balikpapan. Hujan debu yang meresahkan warga di Balikpapan belakangan waktu ini terindikasi dari megaproyek senilai ratusan triliun tersebut. Foto:Pertamina

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Fenomena hujan debu cokelat yang sempat menyelimuti sejumlah kawasan permukiman di Balikpapan akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat. Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rilke Jeffri Huwae menyatakan akan melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan terkait peristiwa tersebut.

Respons itu disampaikan Rilke saat dikonfirmasi EksposKaltim mengenai keluhan warga atas butiran debu halus berwarna cokelat yang dilaporkan menyelimuti rumah, kendaraan, hingga lingkungan permukiman di sejumlah kawasan Balikpapan sejak Selasa (23/6/2026).

Menanggapi pertanyaan terkait sikap Kementerian ESDM atas peristiwa tersebut, Rilke memberikan jawaban singkat.

"Kami cek," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu malam (25/6/2026).

Saat disampaikan bahwa fenomena hujan debu tersebut terjadi berdekatan dengan dimulainya operasional penuh unit kilang baru proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, serta adanya kekhawatiran pemerintah daerah mengenai potensi dampak terhadap kesehatan warga, Rilke memastikan akan menindaklanjutinya.

"Saya koordinasikan dan segera cek lapangan," katanya.

Respons dari Dirjen Gakkum ESDM ini muncul setelah berbagai pihak di Balikpapan mulai menyoroti fenomena hujan debu yang belum diketahui secara pasti sumber dan kandungannya.

Sebelumnya, media ini sudah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyangkut tindaklanjut dari kementerian, antara lain atas dampak yang dirasakan warga dan konsekuensi dari dugaan pelanggaran lingkungan ini. Namun mantan aktivis buruh tersebut belum merespons.

Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan memberi perhatian serius terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengaku khawatir apabila kejadian serupa kembali berulang dan berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga menyatakan tidak akan langsung menerima klaim PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) yang menyebut material debu tersebut masih berada dalam kategori aman.

Dinkes berencana melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak untuk memastikan ada atau tidaknya dampak kesehatan pasca kejadian.

Sementara itu, PT Kilang Pertamina Balikpapan sebelumnya mengakui adanya laporan hujan debu tersebut dan menyebut material diduga berkaitan dengan aktivitas pengaliran bahan baku pada unit kilang baru yang sedang memasuki tahapan operasional awal.

Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi pemerintah yang memastikan jenis material maupun sumber pasti partikel debu cokelat yang sempat dikeluhkan warga Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara tersebut.

Sebagai latar, hujan debu ini terjadi beberapa bulan setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional megaproyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan pada 12 Januari 2026.

Proyek strategis nasional senilai sekitar Rp123 triliun itu digadang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari atau hampir seperempat kebutuhan BBM nasional. Selain meningkatkan produksi BBM berstandar Euro V yang lebih ramah lingkungan, RDMP Balikpapan juga diharapkan mengurangi ketergantungan impor BBM, menghemat devisa negara, serta memperkuat hilirisasi industri petrokimia Indonesia.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :