PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengenal Kasat Narkoba Baru Polres Paser: Jagoan Buser yang Sempat Turun ke Ladang

Home Berita Mengenal Kasat Narkoba Ba ...

Dari tim buru sergap hingga pendamping petani di pelosok desa, AKP Hadi Purwanto kini kembali ke dunia yang lama membentuk namanya: perang melawan narkoba.


Mengenal Kasat Narkoba Baru Polres Paser: Jagoan Buser yang Sempat Turun ke Ladang
Hadi Purwanto saat masih menjabat kepala unit reserse kriminal di sebuah Polsek di wilayah hukum Polres Balikpapan. Foto: Dok.pribadi

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Selama lebih dari setahun terakhir, AKP Hadi Purwanto dikenal warga Batu Engau sebagai kapolsek yang kerap turun ke lahan pertanian, mendampingi petani menanam hingga memanen jagung. Namun di balik kedekatannya dengan sawah dan program ketahanan pangan, perwira polisi ini memiliki rekam jejak panjang di dunia reserse.

Mulai dari instruktur bela diri di Sekolah Polisi Negara (SPN), anggota tim buru sergap (buser), hingga penyidik yang menangani berbagai kasus kriminal dan narkotika. Kini, sejak dilantik sebagai Kasatresnarkoba Polres Paser pada 17 Juni 2026, Hadi kembali ke bidang yang telah lama membentuk perjalanan kariernya sebagai penegak hukum.

Bagi sebagian warga Kecamatan Batu Engau, nama AKP Hadi Purwanto mungkin lebih lekat dengan hamparan kebun dan kegiatan panen ketimbang pengungkapan kasus kriminal.

Selama menjabat Kapolsek Batu Engau, ia menjadi salah satu perwira yang aktif mendampingi program ketahanan pangan di wilayah pedesaan. Bersama petani dan kelompok tani, ia ikut mendorong pengembangan berbagai komoditas, mulai dari jagung, singkong hingga semangka.

Di Desa Kerang Dayo, misalnya, petani binaan Polri dan TNI berhasil menggelar panen raya jagung pada Februari 2025. Dari lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani Buen Were, produktivitas panen mencapai sekitar lima ton per hektare.

Kala itu, Hadi berkata ketahanan pangan bukan sekadar urusan pertanian, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“Ketahanan pangan itu bagian dari keamanan juga. Kalau masyarakat sejahtera, potensi kriminal bisa berkurang,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Namun sawah dan ladang sesungguhnya hanya satu babak dalam perjalanan panjang kariernya.

Jauh sebelum dikenal sebagai polisi yang akrab dengan petani, Hadi ditempa di lingkungan reserse yang keras. Kariernya berawal sebagai instruktur bela diri di Sekolah Polisi Negara (SPN), sebelum kemudian lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan sebagai anggota tim buru sergap atau buser.

Di dunia yang menuntut kecepatan, ketelitian, dan keberanian itu, Hadi terbiasa mengejar pelaku kejahatan dari satu lokasi ke lokasi lain.

"Sejak di Polsek Balikpapan Utara, sering sampai seminggu tidak pulang ke rumah," kata Hadi.

AKP Hadi dalam sertijab dari Kapolsek Batu Engau ke Kasatresnarkoba di Polres Paser, baru tadi. Foto: Istimewa

Ya, pengalamannya kemudian membawanya menduduki sejumlah posisi strategis di Kota Balikpapan. Setelah lulus sekolah inspektur polisi sumber sarjana, ia pernah menjabat Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, kemudian berpindah ke posisi serupa di Polsek Balikpapan Selatan.

Berbagai jenis perkara pernah ditanganinya. Mulai dari kejahatan jalanan, penipuan, kasus digital, narkotika, hingga tindak pidana pembunuhan.

“Saya banyak dinas di Kota Balikpapan, kebanyakan turun di lapangan dan jarang di ruangan,” kata magister hukum satu ini saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Salah satu kasus yang masih diingatnya adalah pengungkapan pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri di Balikpapan. Kasus tersebut berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Kalau di Balikpapan dulu kasus pembunuhan. Bayi baru lahir dibunuh sama ibunya, dan dalam kurun waktu 24 jam sudah berhasil tertangkap,” ujarnya.

Setelah bertugas di fungsi reserse, Hadi sempat memimpin unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Balikpapan. Ia kemudian dipercaya memperkuat Satresnarkoba Polresta Balikpapan. Pengalaman sebagai kepala unit penyidikan di sana ternyata menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan kariernya.

Karena itu, ketika mutasi Polri pada pertengahan Juni 2026 menempatkannya sebagai Kasatresnarkoba Polres Paser, bidang tersebut bukanlah wilayah yang benar-benar baru baginya.

Per 17 Juni 2026, ia resmi mengemban amanah sebagai kepala satuan yang bertugas menangani pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Paser.

Baru sepekan menjabat, Hadi mengaku masih fokus mempelajari berbagai informasi dan penanganan perkara yang sedang berjalan.

“Sementara kalau dalam penanganan, saat ini sambil mempelajari informasi yang masih berjalan, dan yang sudah berjalan ini sambil ditingkatkan,” tuturnya.

Meski demikian, sejumlah gagasan telah disiapkan. Salah satunya adalah mengembangkan program kampung bebas narkoba yang pernah ia dorong saat bertugas di Balikpapan.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Pencegahan dan keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang tersebut.

“Untuk ke depan program kita mau membuat Kampung Bebas Narkoba seperti yang sudah kami dan kawan-kawan gagas dulu di Balikpapan,” katanya.

Bagi Hadi, setiap penugasan memiliki tantangan yang berbeda. Ada masa ketika ia harus mengejar pelaku kriminal di jalanan, ada pula masa ketika ia mendampingi petani mengejar musim tanam agar panen tidak gagal.

Kini, tantangan baru kembali menantinya di Satresnarkoba Polres Paser.

Namun satu hal yang tidak berubah adalah prinsip yang selalu ia pegang sepanjang perjalanan kariernya.

“Prinsip saya ya tetap maju ke depan. Jangan pernah melihat ke belakang lagi. Demi kemajuan,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :