EKSPOSKALTIM, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah tegas untuk menyudahi keluhan berulang masyarakat terkait gelapnya Jembatan Mahkota (Achmad Amins) pada malam hari. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pemkot resmi mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut tahun ini.
Langkah ini diambil setelah kondisi jembatan yang minim cahaya tersebut memicu kritik tajam dari warga dan legislator karena dinilai mengancam keselamatan para pengendara yang melintas.
Berdasarkan pantauan pewarta media ini di lapangan, kondisi Jembatan Mahkota saat malam hari memang masih minim pencahayaan. Beberapa titik jalan tampak gelap gulita akibat lampu PJU yang tidak berfungsi optimal, sehingga memaksa pengendara ekstra waspada dan bergantung sepenuhnya pada lampu utama kendaraan.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa anggaran yang disiapkan tinggal menunggu penerbitan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perubahan untuk kemudian langsung masuk ke proses lelang fisik.
“Anggarannya sekitar Rp900 juta dan dipastikan sudah dianggarkan tahun ini," ujar Manalu pada Ekspos Kaltim, Jumat (19/6/2026).
Manalu mengklarifikasi bahwa dana hampir satu miliar rupiah tersebut sepenuhnya difokuskan untuk perbaikan fungsi utama penerangan jalan yang dipasang di tiang pancang sepanjang jalur jembatan.
"Rp900 juta itu murni untuk lampu tiang-tiang (PJU) saja yang direvitalisasi, bukan untuk lampu tematik jembatan," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Dishub Samarinda memilih memasang instalasi lampu pada tiang penyangga independen, terpisah dari struktur utama jembatan.
Strategi ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar pengerjaan teknis kelistrikan tidak merusak atau membebani konstruksi jembatan penghubung Samarinda Seberang dan jalur tol Samarinda-Balikpapan tersebut.
Dishub Samarinda pun menargetkan kualitas penerangan di Jembatan Mahkota dapat kembali optimal dalam waktu dekat, sekaligus mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.
“Karena keluhan masyarakat memang terus masuk,” pungkas Manalu.

