Sebuah dump truck yang mengalami kerusakan sumbu roda ambruk saat diperbaiki di Jalan Yos Sudarso II, Sangatta Utara. Seorang mekanik yang berada di bawah kendaraan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.
EKSPOSKALTIM, Sangatta– Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur menyelidiki insiden ambruknya sebuah dump truck di Jalan Yos Sudarso II, tepatnya di depan LA Cell, Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (17/6/2026) sore.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka saat melakukan perbaikan kendaraan.
Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra mewakili Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengatakan petugas telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti. Saat ini Unit Gakkum masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan insiden tersebut,” ujar AKP Rezky.
Selain itu, polisi juga telah mengajukan permintaan Visum et Repertum terhadap korban untuk kepentingan penyelidikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dump truck bernomor polisi KT-88xx-VF tersebut mengalami kerusakan pada sumbu roda sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti di lajur kanan jalan sebelum Simpang Surya Graha.
Sekitar pukul 16.30 Wita, tiga orang yakni J (37), S (25), dan Y (30) melakukan perbaikan pada bagian bawah kendaraan dengan menggunakan dongkrak sebagai penopang beban dump truck.
Namun saat proses perbaikan berlangsung, dongkrak yang digunakan diduga tidak lagi mampu menahan beban kendaraan setelah menopang dalam waktu cukup lama.
Akibatnya, badan dump truck kehilangan keseimbangan dan ambruk ke arah trotoar sebelah kanan hingga menimpa tiang lampu penerangan jalan.
Saat kejadian, korban S berada di bawah kendaraan dan tertimpa badan dump truck. Korban juga mengalami benturan pada bagian dada kanan serta terkena spakbor ban belakang sebelah kanan.
Sementara itu, korban Y mengalami luka berupa pembengkakan pada kaki kiri bagian bawah mata kaki.
Adapun J berhasil menyelamatkan diri setelah merangkak keluar dari kolong kendaraan beberapa saat sebelum dump truck ambruk sehingga tidak mengalami luka.
Korban S sempat dievakuasi ke Rumah Sakit PKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan korban Y menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
AKP Rezky mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha transportasi untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja saat melakukan perbaikan kendaraan, khususnya kendaraan berat.
Menurutnya, penggunaan alat penopang yang layak serta sistem pengaman tambahan sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan kerja.
“Pastikan alat penopang dalam kondisi layak dan gunakan sistem pengaman tambahan saat melakukan perbaikan kendaraan. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka ringan, dan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Hingga kini, Satlantas Polres Kutai Timur masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.



