EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha menilai beban urusan pariwisata dan kebudayaan saat ini semakin besar, sehingga wacana pemisahan perangkat daerah kembali layak dipertimbangkan.
Menurutnya, dorongan tersebut harus datang dari lembaga adat maupun masyarakat, agar dapat diproses melalui bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal).
“Kalau memang ingin dipisah, harus ada dorongan dari lembaga adat. Nanti Ortal yang memanggil kami untuk pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala pun ingin kebudayaan ini dipisah, karena alokasi dana untuk pesta laut hanya sedikit.
“Bahkan tahun ini hanya Rp 100 juta saja, pasti memang tidak cukup. Karena, dana ini memang jatah dari perbidang,” bebernya.
Abdu Safa mengungkapkan, sebelumnya struktur dinas di Kota Bontang pernah mengalami pemecahan menjadi beberapa perangkat daerah, mulai dari pendidikan, pariwisata dan kebudayaan, hingga pemuda dan olahraga.
Kini, menurutnya, beban dinas kembali bertambah dengan masuknya sektor ekonomi kreatif dan urusan lainnya.
“Sekarang tambah lagi ekonomi kreatif, pariwisata, kemudian ada kearsipan juga. Jadi memang bebannya satu dinas banyak, karena saling menempel,” katanya.
Ia menilai persoalan keterbatasan anggaran pada bidang kebudayaan, menjadi salah satu alasan munculnya dorongan pemisahan dinas agar penanganannya lebih fokus.

