EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemkot Bontang kembali melanjutkan langkah penyegaran birokrasi dengan melakukan rotasi jabatan terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat Eselon II. Setelah sebelumnya melakukan mutasi terhadap 145 pegawai dari eselon III dan IV, kali ini perombakan menyasar jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (21/5/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam rotasi tersebut, terdapat empat kepala OPD yang bergeser posisi sebagai bagian dari penataan organisasi dan penguatan pelayanan publik.
Ahmad Yani dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) menggantikan Toetoek Pribadi Ekowati.
Selanjutnya, Toetoek Pribadi Ekowati mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan menggantikan Bahtiar Mabe.
Sementara itu, Bahtiar Mabe dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), menggantikan Eddy Forestwanto.
Adapun Eddy Forestwanto kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang menggantikan Ahmad Yani.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga efektivitas pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Silakan bekerja sesuai dengan jabatan barunya. Rotasi ini hal lumrah sebagai penyegaran organisasi,” ujarnya.
Neni juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Sumpah yang anda ucapkan merupakan pertanggungjawaban jabatan yang anda baru jabat, dan bekerja sebaik-baiknya,” katanya.
Selain menjalankan tugas sesuai ketentuan, para pejabat yang dilantik diminta menjaga komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Menjauhi korupsi serta tidak menerima suap, karena itu melanggar pakta integritas,” tegas Neni.
Selain pelantikan pejabat Eselon II, dalam kesempatan yang sama Pemkot Bontang juga melantik sejumlah kepala sekolah pada satuan pendidikan. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen penanganan stunting yang melibatkan unsur puskesmas, camat, hingga lurah.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mendukung percepatan program pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

