PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Musim Panas Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Perlu Perbanyak Minum

Home Berita Musim Panas Ekstrem Di Ta ...

Suhu udara di Mekkah dan Madinah yang kini melampaui 40 derajat Celsius membuat Pemkot Balikpapan mengeluarkan imbauan khusus agar jemaah haji menjaga hidrasi selama menjalani rangkaian ibadah.


Musim Panas Ekstrem di Tanah Suci, Jemaah Haji Perlu Perbanyak Minum
Suhu udara di Mekkah dan Madinah saat ini dilaporkan telah menembus lebih dari 40 derajat Celsius. Foto via CNBC

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan seluruh calon jemaah haji asal Kota Minyak untuk disiplin menjaga asupan cairan tubuh selama berada di Arab Saudi yang saat ini tengah memasuki puncak musim panas.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Balikpapan, Muhammad Arief Fadilah, menegaskan cuaca ekstrem di Tanah Suci dapat memicu gangguan kesehatan apabila jemaah tidak menjaga kondisi fisik dengan baik.

“Jangan tunggu haus baru minum. Perbanyak hidrasi cairan tubuh, dan selalu ikuti arahan tim medis serta petugas pendamping kelompok terbang (kloter),” ujar Arief, ditulis Selasa (19/5). 

Menurut dia, suhu udara di Mekkah dan Madinah saat ini dilaporkan telah menembus lebih dari 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai sangat berbeda dengan iklim di Indonesia sehingga membutuhkan penyesuaian fisik yang serius dari para jemaah.

Arief menyebut disiplin mengonsumsi air mineral menjadi salah satu langkah paling penting untuk mencegah dehidrasi di tengah padatnya aktivitas ibadah luar ruangan, mulai dari tawaf hingga persiapan wukuf di Arafah.

Selain menjaga kondisi pribadi, Pemkot Balikpapan juga meminta para jemaah memperkuat solidaritas selama berada dalam satu kloter, khususnya dengan memperhatikan kondisi jemaah lanjut usia.

“Jemaah diharapkan saling mengawasi, terutama lansia, agar tidak mengalami kelelahan akibat cuaca panas dan aktivitas ibadah yang cukup padat,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan turut membawa kabar baik terkait antrean keberangkatan haji. Arief mengatakan masa tunggu haji bagi warga Balikpapan kini mengalami penurunan signifikan setelah adanya optimalisasi distribusi kuota berbasis demografi daerah.

“Masa tunggu haji Balikpapan yang sebelumnya sempat menyentuh angka 36 tahun, kini turun menjadi 26 tahun,” ungkapnya.

Menurut dia, penurunan masa antrean tersebut diharapkan menjadi motivasi baru bagi masyarakat Balikpapan yang ingin mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji di masa mendatang. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :