18 Juni 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WACANA KENAIKAN HARGA ROKOK DINILAI TAK AKAN MEMICU INFLASI


WACANA KENAIKAN HARGA ROKOK DINILAI TAK AKAN MEMICU INFLASI
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, Basiran. (DOK. EKSPOSKALTIM)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, Basiran, menilai wacana kenaikan harga rokok tidak memiliki korelasi terhadap Insflasi di Kota Bontang. Kenaikan harga belum bisa memastikan akan picu inflasi, karena pada dasarnya banyak pertimbangan yang mesti dilalui pemerintah dalam pemutusan kenaikan harga rokok ini.

“Kalau memang ketersedian rokok itu terbatas nantinya, tentu masyarakat akan berlomba-lomba untuk membelinya. Tapi, ini belum tentu harga rokok akan naik dan memicu inflasi,” kata Basiran saat ditemui dikantornya, jalan Awang Long, Bontang Utara, Rabu (24/8) pagi.

Dijelaskan Basiran, salah satu pemicu inflasi di suatu kota, apabila ketersedian suatu barang terbatas barang tersebut dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, tidak sesuai dengan permintaan dengan persediaan.

“Contoh misalnya, migas kita di Bontang masih terbilang terbatas, hanya ada dibeberapa kelurahan saja, sedangkan masih banyak kelurahan yang membutuhkan, ini bisa memicu inflasi, nah sama halnya dengan rokok ini,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Basiran, apabila kenaikan rokok ini terjadi maka akan berimbas pada masyarakat luas. Dengan kata lain, masyarakat yang berpenghasilan di bawa rata-rata yang merupakan perokok aktif, bisa menimbulkan keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Anggaplah penghasilannya Rp100 ribu perhari, kebutuhan dalam rumah tangganya setiap hari menghabiskan Rp50 ribu perhari, bagaimana jika harga rokok ini naik, sudah pasti kebutuhan lainnya akan tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini merupakan masalah kita bersama. Olehnya itu, dia menyampaikan bagi yang belum kecanduan rokok untuk sebisa mungkin menghindari rokok.

“Justru yang belum kecanduan yang berbahaya. Tapi selalu was-was saja, karena rokok ini juga ada positif negatifnya,” tutupnya.

Reporter : Arsyad    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0