Wahyu Hernaningsih Seno turun langsung mengevakuasi seorang ibu penderita stroke bersama tiga anaknya dari rumah tak layak huni di Samarinda setelah keluarga tersebut dilaporkan hidup dalam kondisi rentan dan terancam putus sekolah.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno mengevakuasi seorang ibu rumah tangga penderita stroke bersama tiga anaknya dari rumah tak layak huni di Samarinda. Keluarga tersebut dilaporkan hidup dalam kondisi rentan dan terancam putus sekolah.
Kunjungan dilakukan langsung oleh Hernaningsih ke rumah keluarga tersebut di kawasan Jalan Biawan, Samarinda, Jumat (16/5). Di lokasi itu, ia mendapati kondisi rumah kayu yang sudah rapuh dengan sejumlah lubang pada dinding serta atap bocor yang membuat air hujan kerap menetes ke kamar dan kasur penghuni.
“Alhamdulillah, kami langsung merespons cepat laporan tentang keluarga yang membutuhkan bantuan itu,” ujar Hernaningsih.
Keluarga tersebut dihuni seorang ibu tunggal yang menderita stroke bersama tiga anaknya. Kondisi kesehatan sang ibu membuat aktivitas sehari-hari sangat terbatas, sementara ketiga anaknya menghadapi risiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
“Kami melihat kondisi yang memilukan lantaran sang ibu terbaring lemah karena menderita penyakit stroke,” katanya.
Hernaningsih bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kaltim kemudian melakukan intervensi cepat dengan mengevakuasi keluarga tersebut ke rumah singgah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Penempatan sementara dilakukan sambil menunggu proses koordinasi lanjutan terkait penanganan bantuan hunian dan dukungan sosial lainnya.
Menurut Hernaningsih, pemerintah provinsi juga mulai menyiapkan dukungan layanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk sang ibu.
“Kesehatannya akan dibantu melalui KIS, sedangkan pendidikan mereka menjadi tugas bersama,” ujarnya.
Ia memastikan keberlanjutan pendidikan ketiga anak dalam keluarga tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolah.
Sementara itu, terkait rencana perbaikan rumah atau program bedah rumah, Pemprov Kaltim masih harus melakukan koordinasi lintas instansi karena kewenangan administrasinya berada di Pemerintah Kota Samarinda.
Dinas Sosial Kaltim disebut akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah kota guna menentukan langkah penanganan terbaik bagi keluarga tersebut.
Hernaningsih menilai sinergi antarlembaga dan kepedulian lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam membantu pemulihan keluarga rentan di tengah persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Peran serta masyarakat sekitar juga dinilai penting dalam mendukung proses pemulihan keluarga itu,” kata Hernaningsih.



