PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ironi Kota Minyak: Solar Langka, DPRD Balikpapan Dikepung Ratusan Sopir Truk

Home Berita Ironi Kota Minyak: Solar ...

Di tengah citra sebagai kota minyak, Balikpapan justru dilanda kelangkaan solar. Jalan Sudirman pun dipenuhi truk saat ratusan sopir turun berunjuk rasa. 


Ironi Kota Minyak: Solar Langka, DPRD Balikpapan Dikepung Ratusan Sopir Truk
Ratusan sopir truk bersama mahasiswa melakukan unjuk rasa ke DPRD Balikpapan terkait kelangkaan BBM solar, Senin (5/4). Foto: Ekspos/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Ratusan sopir truk dan mahasiswa di Balikpapan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (4/5/2026) siang. Aksi tersebut dipicu kelangkaan BBM jenis Solar yang melanda Balikpapan beberapa waktu belakangan terakhir.

Namun, jelang aksi, ratusan sopir sempat terlibat adu argumentasi dengan Kapolresta Balikpapan. Perdebatan terjadi terkait kesepakatan awal mengenai teknis kehadiran peserta aksi.

Sejak pagi, puluhan truk mulai memadati Jalan Jenderal Sudirman, yang jadi lokasi aksi. Kehadiran puluhan truk ini sempat memicu kepadatan lalu lintas di jalur utama di Balikpapan.

Kapolresta mengatakan pihak kepolisian sejatinya telah memfasilitasi transportasi bagi massa aksi agar tidak membawa kendaraan besar ke lokasi.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy menjelaskan kesepakatan awal mengatur peserta datang tanpa membawa armada guna menghindari gangguan lalu lintas. Namun, kata Kapolresta, sebagian sopir tetap bersikeras menggunakan kendaraan masing-masing.

“Memang sempat terjadi adu argumentasi di lapangan karena mereka ingin tetap membawa armada truk. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak membawa kendaraan sebagai media penyampaian pendapat,” ujar Kapolresta.

Setelah melalui komunikasi intens, situasi akhirnya dapat terkendali. Polisi kemudian mengambil langkah penataan kendaraan di sekitar lokasi untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Aksi tersebut selanjutnya diarahkan menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Balikpapan. Kapolresta menambahkan sebanyak 244 personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi.

“Yang terpenting, penyampaian pendapat ini tetap berjalan dengan tertib tanpa mengganggu masyarakat luas. Kami juga memastikan jalur umum tetap bisa digunakan meskipun terjadi kepadatan,” kata Kapolresta.

Diperkirakan sekitar 150 hingga 180 truk dari enam komunitas ikut dalam aksi ini, meskipun tidak seluruh sopir berpartisipasi karena sebagian memilih tetap beroperasi seperti biasa.

Kapolresta mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi arahan petugas dan menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain yang dapat memicu tindakan anarkis.

“Kami harapkan kegiatan ini segera selesai melalui RDP, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kondusif,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :