EKSPOSKALTIM, Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengkaji penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat sebagai upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, mengatakan skema satu hari WFH dalam sepekan masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan. “Pemerintah kabupaten sedang melakukan kajian menerapkan satu hari WFH pegawai dalam satu pekan,” ujarnya di Penajam, Sabtu.
Menurut dia, rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang didorong pemerintah pusat untuk menekan konsumsi BBM di sektor pemerintahan.
Namun, Pemkab PPU menegaskan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan, mengingat dampaknya terhadap pelayanan publik menjadi pertimbangan utama.
“Sebelum diputuskan penerapan kebijakan WFH diperlukan pertimbangan dan alasan yang tepat,” kata Tohar.
Selain itu, efektivitas kinerja pegawai dan organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi faktor yang dikaji secara mendalam. Rencana penerapan WFH setiap Jumat itu juga akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan kepala daerah sebelum ditetapkan sebagai kebijakan resmi.
Di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mempertimbangkan kebijakan serupa dengan alasan efisiensi anggaran, termasuk penghematan BBM.


